Minggu, Juni 23, 2024
Google search engine
BerandaKapal-kapal China Masih Tetap Bertahan di Perairan Natuna

Kapal-kapal China Masih Tetap Bertahan di Perairan Natuna

Natuna — Panglima Komanda Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI, Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, hingga saat ini kapal-kapal nelayan China masih bertahan di laut Natuna, Kepulauan Riau, melakukan aktifitas penangkapan ikan.

“Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China,” kata Pangkogabwilhan I dalam jumpa pers di Pangkalan Udara TNI AL di Tanjungpinang, Minggu hari ini (5/1/2020).

Kata Laksamana Madya TNI, Yudo Margono, para awak kapal asing asal China itu bersikukuh bahwa mereka melakukan pencarian ikan secara legal, pada posisi berjarak 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

Sebagaimana diketahui, China mengklaim bahwa perairan tersebut sebagai bagian dari teritorialnya. Meski Pemerintah RI telah mengajukan protes keras terhadap China, namun negeri tirai bambu itu tetap berkeras mengklaim bahwa wilayah perairan itu merupakan bagian dari teritorial China.

Menurut Pangkogabwilhan I, pasukan TNI telah melakukan gelar operasi, dengan menurunkan dua kapal KRI untuk mengusir kapal-kapal asing itu keluar dari wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau.

TNI, kata Yudo Margono, melakukan langkah-langkah persuasif dan melakukan komunikasi aktif dengan kapal penjaga pantai China, yang mengawal kapal-kapal nelayan China tersebut, agar mereka meninggalkan perairan Natuna.

“Fokus kami menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan kami gerakkan empat unsur KRI lagi, untuk mengusir kapal-kapal itu,” lanjut Pangkogabwilyah I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, jumlah kapal asing yang mencari ikan di perairan Natuna, setiap harinya mencapai ribuan kapal.

Data 1.000 kapal asing itu diperoleh melalui pemantauan Sistem Monitoring Skylight. Ini merupakan pemantauan dengan teknologi penginderaan jarak jauh, SAR, dan optikal. Sistem tersebut mampu mengidentifikasi kapal-kapal secara langsung dan platform yang dapat memperkirakan tindakan pelanggaran hukum sekaligus.

Berdasarkan data pemantauan sampel yang diperoleh CNNIndonesia.com, terlihat jumlah kapal asing bisa mencapai 1.647 kapal per hari pada April 2019. Sementara di bulan-bulan lain cenderung menurun, misalnya 810 kapal di Mei, 580 kapal di Juni, dan 768 kapal di Juli.

Dari data juga ditemukan ada kapal-kapal asing yang berada dalam kondisi dark vessel atau tidak menyalakan Sistem Pelacakan Kapal Otomatis (Automatic Identification System), namun berada di sekitar perairan Natuna. (al-farizi-ch)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER