Banda Aceh (Waspada Aceh) – Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Teuku Jailani, mengajak pelaku usaha di Aceh untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi yang akan dimulai oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Mei 2026.
Ia menegaskan, data hasil sensus tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah, termasuk pemetaan sektor usaha dan perumusan intervensi pemerintah.
“Data ini akan menjadi baseline perencanaan ke depan, termasuk untuk melihat kondisi pelaku usaha dan kebutuhan kebijakan yang tepat sasaran,” kata Teuku Jailani kepada Waspadaaceh.com, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, data yang akurat dibutuhkan agar program pemerintah seperti pembinaan UMKM, penguatan sektor produksi, hingga kebijakan distribusi ekonomi dapat berjalan lebih efektif.
Menurutnya, pemerintah juga dapat melakukan intervensi berbasis data, misalnya untuk menekan biaya distribusi barang agar harga di daerah lebih kompetitif.
Di sisi lain, ia menyoroti ketatnya persaingan usaha yang dihadapi pelaku usaha saat ini, baik dari sisi modal, produksi, maupun pemasaran.
Karena itu, ia menilai Sensus Ekonomi menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi riil dunia usaha sekaligus memperkuat arah kebijakan ekonomi ke depan.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi BPS ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei.
Ia menilai momentum Hari Buruh Internasional (May Day) menjadi refleksi penting bagi hubungan antara pekerja, pelaku usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. (*)



