Beranda Tulisan Feature Juara Lomba Literasi ABK, Rikal: Saya Bangga Jadi Orang Aceh

Juara Lomba Literasi ABK, Rikal: Saya Bangga Jadi Orang Aceh

BERBAGI
Muhammad Rikal Qamara saat didampingi oleh Kepsek SLB-B YPAC Banda Aceh, Heni Ekawati beserta guru. (Foto/Ist)

“Rikal bercerita tentang kuliner yang populer di Banda Aceh dan Aceh Besar, seperti timpan labu, srikaya dan juga sie reboh, makanan yang sudah melegenda”

Suara tepuk tangan bergemuruh dalam ruangan, saat giliran Muhammad Rikal Qamara, siswa tunarungu, menerima hadiah dan penghargaan karena prestasinya. Dengan suara terbata-bata, Rikal mengatakan,” Saya bangga menjadi orang Aceh”.

Muhammad Rikal, siswa Kelas XI SMALB dari SLB-B YPAC Banda Aceh, salah satu anak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Festival dan Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) se-Aceh.

Dari empat cabang lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Rikal mampu tampil dengan sempurna pada cabang lomba Promosi Wisata Fun Kuliner.

Dengan kegigihannya, Rikal yang mewakili SLB-B YPAC Banda Aceh berhasil mendapatkan juara pertama. Dia menyisihkan Hika Malini dari SLB Silih Nara Angkup, Aceh Tengah yang menyabet juara II dan Muhammad Fahreza dari SLB Cinta Mandiri Kota Lhokseumawe meraih juara III.

Meski memiliki keterbatasan, Rikal mampu bercerita serta menghafal isi cerita dari narasi yang diajarkan sebelumnya. Dengan suaranya yang terbata-bata, penghayatan yang mendalam, Rikal tampil memukau di depan dewan juri. Cerita yang disampaikannya juga cukup mudah dipahami dengan baik oleh dewan juri, panitia, maupun pengunjung yang ikut menyaksikannya.

Sebelum Rikal masuk ke inti cerita, terlebih dahulu Rikal mengatakan, dia bangga menjadi orang Aceh. Karena menurut dia, Aceh memiliki kuliner, beragam budaya serta memiliki wisata yang mempesona.

Pada awalnya, Rikal bercerita tentang kuliner yang populer di Banda Aceh dan Aceh Besar, seperti timpan labu, srikaya dan juga sie reboh, makanan yang sudah melegenda.

Tak hanya bercerita, di akhir sesi Rikal juga menunjukkan salah satu kuliner yang sudah dia persiapkan sebelumnya. Kuliner ini dibuat oleh peserta didik dan guru. Rikal kemudian mempersilakan pengunjung yang berminat, untuk mencicipinya.

Kepala SLB-B YPAC Banda Aceh Heni Ekawati kepada Waspadaaceh.com, Kamis (17/11/2022), menyampaikan kebanggaannya dan merasa terharu saat Rikal mempersembahkan karyanya. Dia tidak menyangka Rikal mampu tampil dengan sempurna dan mendapatkan juara pertama.

“M.Rikal Qamara memiliki talenta yang hebat. Di balik keterbatasannya, dia mampu berkarya dan mengharumkan nama sekolah,” tuturnya.

Di samping memiliki kemampuan yang luar biasa, Rikal juga dijuluki sebagai anak yang rajin, tekun, shaleh, baik budi, penurut serta penyayang. Heni berharap, siswa yang lain dapat mengikuti jejak Rikal.

Tutup Lomba ABK

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri menutup kegiatan Festival dan Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat Provinsi Aceh, Rabu (16/11/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah luar biasa (SLB) di Aceh itu dilaksanakan sejak 13-16 November 2022 di Banda Aceh. Festival ini memperlombakan empat cabang lomba, yaitu mendongen, penulisan kreatif (cerpen), promosi wisata dan kuliner, serta pidato.

Alhudri dalam sambutannya mengapresiasi kreativitas anak-anak luar biasa yang disebutnya sebagai “anak emas”.

Alhudri mengatakan, anak emas memang membutuhkan perlakuan khusus oleh para guru yang memiliki kesabaran yang luar biasa. Namun mereka juga memiliki skil dan kompetensi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya.

Alhudri mengaku menaruh harapan serius terhadap pendidikan anak-anak emas di seluruh Aceh. Komitmen itu diwujudkan dengan memberikan kenadaraan jenis bus mini sebagai mobil operasional sekolah sehingga mempermudah dalam mengantar jemput siswa SLB. (Adv)