BerandaAcehJejak Panjang Taufik, Kini Duduki Kursi Pj Sekda Aceh

Jejak Panjang Taufik, Kini Duduki Kursi Pj Sekda Aceh

Setiap jenjang perjalanan yang dilalui Taufik mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh kepada dirinya.

Perjalanan menuju kursi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Aceh yang kini diemban Taufik, bukanlah sebuah pencapaian sesaat. Ia adalah buah dari perjuangan dan kesetiaan yang dibangun selama lebih dari tiga dekade.

Langkah pertama Taufik di dunia birokrasi dimulai sejak 1 Maret 1992, tepatnya 34 tahun silam, sebuah masa yang tak singkat untuk menapaki setiap jenjang dengan ketekunan dan dedikasi.

Langkah yang dimulai sejak puluhan tahun itu akhirnya mengantarkan Taufik pada pelantikan bersejarah oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh, di Kota Medan. Penunjukan ini menutup kekosongan yang terjadi pasca berakhirnya masa jabatan M. Nasir Syamaun.

Sebelumnya, sejak 24 Agustus 2026, Taufik telah dipercaya memegang amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh hingga akhirnya dikukuhkan secara resmi sebagai Penjabat.

Setiap jenjang yang dilalui Taufik mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh kepada dirinya. Posisinya yang mulai terasa strategis tercatat pertama kali saat dipercaya menjabat Kepala Sub Bagian Umum di Dinas Pertambangan dan Energi Aceh pada tahun 2008. Enam tahun berlalu, pengabdiannya diakui dengan penunjukan sebagai Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Aceh pada tahun 2014.

Langkah berikutnya tercatat melalui Surat Keputusan Nomor PEG.821.22/002/2017 tertanggal 23 Januari 2017, ketika ia diangkat menjadi Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. Jabatan itu menjadi jembatan penting sebelum ia dipercaya memimpin instansi tersebut secara penuh.

Pada 15 Agustus 2024, di Aula Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Taufik resmi dilantik sebagai Kepala Dinas ESDM Aceh, sebuah posisi strategis yang menempatkannya di garis depan pengelolaan kekayaan alam Aceh.

Belum genap tiga bulan memimpin Dinas ESDM, kepercayaan pemerintah kepadanya kembali bertambah. Tanggung jawabnya meluas dari urusan energi dan sumber daya mineral ke tataran pemerintahan daerah yang lebih luas.

Mulai 11 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Penjabat Bupati Aceh Tenggara. Kemudian, pada 27 Februari 2026, Mualem kembali mempercayainya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh. Kini, setelah melewati masa penugasan sebagai Plt Sekda, Taufik resmi menempati pucuk pimpinan birokrat Sekretariat Daerah Aceh.

Berawal dari Dunia Teknik

Di balik jejak kariernya yang gemilang, Taufik adalah sosok yang lahir di Lamnga pada 20 Juli 1973. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Montasik yang diselesaikan pada 1985, dilanjutkan ke SMP Negeri Montasik hingga 1988, dan menamatkan STM Negeri Banda Aceh pada tahun 1991.

Ketertarikannya pada dunia teknik membawanya melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Teknik Iskandar Thani, Banda Aceh, dengan menempuh jenjang sarjana Teknik Sipil pada periode 1994–2001.

Namun perjalanan akademiknya tak berhenti di sana. Taufik kemudian melengkapi bekal ilmunya dengan menempuh program magister Kebijakan Publik di Universitas Merdeka Malang yang diselesaikan pada tahun 2005.

Perpaduan latar belakang teknik dan kebijakan publik inilah yang menjadi fondasi kokoh dalam setiap langkah pengabdiannya di pemerintahan.

Dalam menapaki tugas barunya sebagai Pj Sekda Aceh, Taufik tak berjalan sendirian. Di sampingnya, ada istri, Ny. Fitriani Taufik, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang akan mendampingi Taufik dalam menjalankan amanah besar ini.

Bagi Taufik, pencapaian ini bukanlah puncak perjalanan, melainkan pintu gerbang menuju pengabdian yang lebih luas. Dengan bekal pengalaman yang menyatukan ketelitian seorang insinyur dan kebijaksanaan seorang penentu kebijakan publik, ia dipandang siap menjadikan Sekretariat Daerah sebagai rumah yang melahirkan tata kelola pemerintahan Aceh yang semakin transparan, responsif, dan berpihak pada rakyat.

Harapan besar kini tertumpu pada sosok yang rendah hati ini, agar di bawah kepemimpinannya, roda birokrasi di Aceh berputar semakin lincah dan tepat sasaran. Taufik percaya bisa membawa visi pembangunan Aceh berkeadilan yang semakin dekat ke tengah-tengah masyarakat yang ia cintai.

Semoga langkah yang dimulai sejak puluhan tahun silam ini senantiasa membawa berkah bagi tanah rencong tercinta. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER