BerandaBeritaIran Tolak Proposal Perdamaian AS, Ajukan 5 Syarat Gencatan Senjata

Iran Tolak Proposal Perdamaian AS, Ajukan 5 Syarat Gencatan Senjata

Teheran (Waspada Aceh) – Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS), meskipun proposal Washington untuk mengakhiri konflik saat ini tengah ditinjau oleh otoritas tertinggi di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa komunikasi yang terjadi melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai negosiasi langsung dengan AS.

“Pertukaran pesan melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS,” ujarnya seperti dikutip Reuters, Rabu (25/3/2026) waktu setempat.

Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran cenderung menolak tawaran gencatan senjata dari AS dan telah menyiapkan sejumlah syarat untuk mengakhiri perang.

Stasiun televisi pemerintah Press TV, mengutip pejabat senior politik-keamanan, menyebut Iran mengajukan tawaran balasan lima poin dengan tuntutan krusial agar memiliki kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah mengemukakan kemungkinan pengelolaan bersama Selat Hormuz oleh kedua negara, namun tuntutan kedaulatan penuh dari Teheran dinilai sulit diterima Washington.

Selain itu, syarat yang diajukan Iran meliputi penghentian total serangan, jaminan tidak terulangnya konflik, pembayaran kompensasi yang jelas, penghentian perang di semua front, serta pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Kantor Berita Fars melaporkan adanya peningkatan upaya AS untuk mendorong gencatan senjata dan membuka jalur pembicaraan tidak langsung, namun sumber yang dikutip menegaskan Iran menolak pendekatan tersebut.

“Iran tidak menerima gencatan senjata. Tidak logis untuk memasuki proses seperti itu dengan pihak yang melanggar perjanjian,” kata sumber tersebut seperti dikutip CNBC International.

Sumber itu juga menambahkan bahwa Iran bertekad mencapai tujuan strategisnya dalam konflik sebelum membuka peluang penghentian perang.

Laporan Associated Press menyebut Iran telah menerima rencana perdamaian 15 poin yang diajukan Trump, namun klaim tersebut dibantah oleh Teheran yang menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengumumkan telah melancarkan rentetan rudal ke wilayah Israel. Iran juga menembakkan rudal ke pangkalan militer yang menampung pasukan AS di sejumlah negara Teluk, antara lain Kuwait, Yordania, dan Bahrain.

Serangan rudal terbaru tersebut diumumkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu (25/3/2026) waktu setempat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER