Teheran (Waspada Aceh) – Iran menunjukkan kemampuan militer yang mengkhawatirkan terhadap musuhnya dengan menyerang dua kapal tanker minyak terafiliasi Amerika Serikat di perairan utara Teluk Arab menggunakan drone bawah laut.
Serangan drone bawah laut pada kapal tanker berafiliasi AS menjadi titik balik baru dalam ketegangan kawasan Timur Tengah, menjadikan wilayah ini seperti api unggun yang siap meledak kapan saja seiring dengan tindakan dan balasan yang terus terjadi.
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) merilis rekaman yang membuat dunia terkejut, mengklaim telah melancarkan serangan tersebut dengan senjata yang misterius dan sulit dideteksi: drone bawah laut yang menyelinap dalam kedalaman samudra sebelum meledak tepat pada target kapal tanker.
Serangan laut ini menjadi bukti kemajuan teknologi militer Iran yang mampu mengancam jalur lalu lintas kapal dagang penting di kawasan strategis dunia.
Selain serangan pada kapal tanker AS, aksi balas dendam yang diberi nama kode “Labbaik Ya Khamenei” juga menyasar langsung wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.
Media resmi negara Iran, Press TV, Sabtu (14/3/2026), mengungkapkan bahwa dalam serangan yang terjadi pada Kamis dini hari kemarin, pasukan mereka mengeluarkan seluruh persediaan senjata andalannya, mulai dari rudal Emad yang tangguh, Qadr dengan jangkauan jauh, Khaybar Shekan yang presisi tinggi, hingga rudal hipersonik Fattah yang sulit dicegat.
Drone udara, yang selama ini menjadi kekuatan utama Iran, juga terbang memenuhi udara untuk mencapai target yang telah ditentukan, yakni wilayah Israel dan fasilitas AS di wilayah Teluk.
Menghadapi serangan yang datang seperti badai, Israel segera mengaktifkan sistem pertahanan udara legendaris mereka, Iron Dome. Peluru-peluru pelindung terbang menyilang langit malam, dengan kecepatan kilat berusaha mencegat setiap rudal yang menghujam ke arah tanah Israel.
Menanggapi serangkaian tindakan Iran, khususnya serangan pada kapal tanker berafiliasi negaranya dan serangan terhadap Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman keras. Bersama sekutu Amerika Serikat, ia menyatakan akan terus melakukan serangan terhadap Iran tanpa henti.
“Kita telah menghancurkan infrastruktur nuklir mereka, membakar fasilitas peluncuran rudal mereka!” ujarnya dengan nada tegas di depan media. (*)



