Teheran (Waspada Aceh) – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membuat pengumuman mengejutkan dengan mengeklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat di wilayah Iran Tengah, pada Kamis (2/4/2026).
Menurut pernyataan resmi pihak militer Iran, pesawat tersebut hancur lebur akibat serangan dari sistem pertahanan udara angkatan laut yang canggih.
Mengutip laporan Beritasatu.com, IRGC menyatakan bahwa jet tempur yang ditembak jatuh tersebut berasal dari skuadron yang bermarkas di Pangkalan Udara Lakenheath, Inggris. Namun, hingga berita ini dirilis, otoritas terkait belum dapat memastikan nasib pilot pesawat tersebut. Hal ini disebabkan oleh kondisi puing-puing pesawat yang mengalami kerusakan sangat parah dan sulit dikenali.
Kantor berita resmi Iran, Tasnim, turut merilis serangkaian foto yang diduga kuat sebagai bukti puing-puing pesawat yang jatuh. Dalam foto-foto tersebut, terlihat jelas bagian-bagian pesawat seperti sayap dan sirip ekor vertikal. Yang menjadi perhatian adalah adanya lambang Angkatan Udara AS di Eropa atau United States Air Forces in Europe – Air Forces Africa (USAFE-AFAFRICA) yang tertera pada sisa badan pesawat.
Klaim Dipertanyakan
Meskipun bukti visual telah dirilis, kebenaran klaim Iran ini menuai keraguan dari kalangan ahli militer dan penerbangan internasional. David Cenciotti, pemimpin redaksi situs penerbangan militer The Aviationist, memberikan analisis berbeda terkait identitas pesawat tersebut.
Berdasarkan analisis visual yang dilakukan, Cenciotti meyakini bahwa fragmen pesawat yang terekam dalam foto bukan berasal dari jet siluman F-35, melainkan jenis jet tempur berat F-15E Strike Eagle.
“Garis merah pada sirip ekor merupakan tanda pengenal Skuadron Tempur ke-494, unit F-15E yang dikerahkan ke Yordania untuk operasi serangan terhadap Iran,” ungkap Cenciotti dalam analisisnya.
Ia juga menegaskan bahwa terdapat fitur sistem peperangan elektronik digital atau Digital Electronic Warfare System (DEWS) yang merupakan ciri khas dan hanya terdapat pada varian F-15E, bukan pada F-35.
Meski mempertanyakan jenis pesawatnya, Cenciotti menilai foto-foto yang beredar tersebut adalah asli dan bukan hasil rekayasa atau manipulasi kecerdasan buatan (AI). Ia juga membantah anggapan bahwa puing-puing tersebut adalah sisa insiden lama, seperti kecelakaan yang terjadi di Kuwait pada awal Maret lalu, mengingat perbedaan kondisi medan geografis yang terlihat dalam gambar.
Tanggapan AS dan Konteks Konflik
Hingga saat ini, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) belum memberikan tanggapan resmi terkait rilis foto puing pesawat tersebut. Namun, sebelumnya Centcom telah menegaskan bahwa seluruh jet tempur Amerika Serikat telah terdata dan dalam kondisi aman.
Jika klaim Iran ini terbukti benar, insiden ini akan mencatat sejarah sebagai pertama kalinya pesawat berawak Amerika Serikat berhasil ditembak jatuh di wilayah udara Iran sejak konflik antara kedua negara ini memanas.
Sebelumnya, pada 19 Maret lalu, sebuah F-35A memang dilaporkan melakukan pendaratan darurat setelah menjalankan misi di wilayah udara Iran, namun penyebab pastinya tidak pernah dijelaskan secara terperinci oleh pihak AS.
Perlu diketahui, F-15E Strike Eagle merupakan jet tempur multiperan yang dikembangkan sejak era 1980-an. Pesawat ini dikenal memiliki kemampuan serangan darat dengan presisi tinggi. Saat ini, nilai satu unit pesawat tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 62 juta atau setara dengan Rp985 miliar.
Insiden ini semakin memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, di mana klaim dan fakta di lapangan masih menjadi perdebatan hingga pihak berwenang memberikan konfirmasi resmi. (*)



