BerandaBeritaIran Gempur Israel & Fasilitas AS di Tengah Ancaman Serangan Besar-besaran

Iran Gempur Israel & Fasilitas AS di Tengah Ancaman Serangan Besar-besaran

Teheran (Waspada Aceh) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat dan Israel akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam pekan ini.

Menanggapi hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung merespons dengan meluncurkan gelombang serangan terbaru ke arah Israel dan sejumlah kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Serangan yang disebut sebagai gelombang ke-89 ini diklaim menyasar berbagai target strategis militer Israel, termasuk kota-kota vital seperti Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak. Tidak hanya mengandalkan rudal balistik, Iran juga mengerahkan sejumlah drone andalan dalam serangan kali ini.

Serangan Serentak, Rudal Hantam Wilayah Israel

Mengutip laporan Reuters, IRGC menyatakan bahwa serangan mereka juga berhasil menyasar markas atau penampungan tentara Amerika Serikat yang berada di Bahrain. Selain itu, serangan juga dilaporkan merusak sejumlah helikopter milik AS yang berada di Kuwait.

Di wilayah Israel, aktivitas perang terlihat sangat jelas pada Rabu lalu, khususnya di kota Nahariya. Dilaporkan bahwa rudal yang melintas dan menghantam wilayah tersebut tidak hanya ditembakkan dari Iran, tetapi juga diluncurkan oleh kelompok Hizbullah dari Lebanon.

Rekaman visual yang beredar menunjukkan sirene peringatan terus berbunyi nyaring, sementara puluhan roket terlihat melesat di langit dan menghantam area permukiman. Militer Israel membenarkan bahwa setidaknya 10 rudal balistik ditembakkan secara bersamaan oleh Iran dan Hizbullah.

Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah jatuhnya rudal dari langit Tel Aviv. Pihak militer Israel memastikan bahwa proyektil tersebut berasal langsung dari wilayah Iran.

Meski serangan berlangsung intens, hingga berita ini dirilis belum dilaporkan adanya korban jiwa yang berjatuhan.

Di tengah eskalasi ini, Iran menegaskan tidak akan mengendurkan serangan mereka. Pihak Teheran juga sekaligus membantah adanya kabar yang menyebutkan tengah berlangsung negosiasi tidak resmi dengan Amerika Serikat untuk menghentikan pertempuran.

Klaim Tembak Jatuh F-35, Ahli Sebut F-15E

Di tengah gempuran serangan udara tersebut, IRGC kembali membuat pengumuman mengejutkan. Pada Kamis (2/4/2026), mereka mengeklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur siluman canggih F-35 milik Amerika Serikat di wilayah Iran Tengah.

Menurut pernyataan resmi militer Iran, pesawat tersebut hancur lebur akibat serangan dari sistem pertahanan udara angkatan laut yang canggih. Mereka menyebutkan bahwa jet tempur tersebut berasal dari skuadron yang bermarkas di Pangkalan Udara Lakenheath, Inggris.

Hingga saat ini, nasib pilot pesawat tersebut belum dapat dipastikan karena kondisi puing-puing yang dilaporkan sangat parah dan sulit dikenali. Kantor berita Tasnim milik Iran juga merilis foto-foto yang diduga sebagai bukti puing pesawat, termasuk bagian sayap dan sirip ekor yang masih menyisakan lambang Angkatan Udara AS di Eropa (USAFE).

Namun, kebenaran klaim mengenai jenis pesawat ini diragukan oleh para ahli. David Cenciotti, pemimpin redaksi situs penerbangan militer Aviationist, memberikan analisis berbeda.

Berdasarkan identifikasi visual, Cenciotti meyakini bahwa fragmen pesawat tersebut bukan berasal dari jet siluman F-35, melainkan jenis jet tempur berat F-15E Strike Eagle.

Ia juga menegaskan adanya fitur sistem peperangan elektronik digital atau Digital Electronic Warfare System (DEWS) yang merupakan ciri khas pada varian F-15E dan tidak dimiliki oleh F-35.

Meskipun membedah identitas pesawat, Cenciotti menilai foto-foto yang dirilis tersebut adalah asli dan bukan hasil rekayasa atau manipulasi kecerdasan buatan (AI). Ia juga menepis anggapan bahwa puing tersebut adalah sisa insiden lama di Kuwait karena perbedaan karakteristik medan geografis yang terlihat.

Sebelumnya, pada 19 Maret lalu, sebuah F-35A memang dilaporkan melakukan pendaratan darurat setelah misi, namun penyebab pastinya tidak pernah dijelaskan secara rinci.

F-15E Strike Eagle sendiri merupakan pesawat tempur multiperan legendaris yang dikembangkan sejak era 1980-an, dikenal dengan kemampuan serangan darat presisi tinggi. Nilai satu unit pesawat ini diperkirakan mencapai US$ 62 juta atau setara dengan Rp985 miliar. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER