Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaImbas Corona, Singapura Tiadakan Shalat Jumat

Imbas Corona, Singapura Tiadakan Shalat Jumat

Singapura — Pemerintah Sinagpura mengambil kebijakan, menutup sementara seluruh masjid di negara tersebut hingga lima hari untuk dibersihkan guna mencegah penyebaran virus Corona.

Kebijakan yang didukung Majelis Islam Singapura (MUIS)  itu juga berarti Singapura meniadakan shalat Jumat hari ini (13/3/2020). Singapura menutup semua masjid selama lima hari untuk menjalani disinfeksi, lapor sebuah media di Singapura, hari ini.

“Karena COVID-19 akan bersama kita untuk waktu yang lama, ada hal-hal dasar yang harus kita biasakan,” kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Dia mendesak warga Singapura untuk mempraktikkan kebersihan pribadi yang baik, mengadopsi norma-norma sosial baru dan tidak menghadiri pertemuan besar.

Menurut laporan AsiaOne, pemerintah Singapura sudah berkoordinasi dengan seluruh pengurus 70 masjid dan Majelis Islam Singapura (MUIS) terkait keputusan tersebut. Mereka meminta pengertian umat Muslim setempat bahwa ibadah salat berjamaah di masjid dan shalat Jumat untuk sementara ditiadakan.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, penutupan masjid tersebut mulai dilakukan hari ini. Langkah itu diambil setelah dua warga Singapura yang menghadiri kegiatan tablig akbar di Masjid Seri Petaling, Selangor, Malaysia, pada akhir Februari lalu, dinyatakan tertular mengidap COVID-19.

Saat itu dilaporkan ada sekitar 90 warga Singapura yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Menteri Urusan Muslim sekaligus Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli, keputusan menutup sementara seluruh masjid demi melindungi masyarakat, utamanya jamaah dan kaum lanjut usia yang sangat rentan jika terpapar virus Corona.

“Kami harus melindungi diri, masyarakat, dan orang tercinta. Apalagi kita tahu dampak COVID-19 terhadap para lansia,” kata Masagos.

“Seperti kita tahu banyak para jamaah masjid adalah lansia dan para pensiunan dan untuk saat ini saya pikir sangat penting untuk tidak beribadah berjamaah di masjid,” ujar Masagos.

MUIS juga mengimbau untuk menunda kegiatan belajar mengajar dan pengajian di masjid di seluruh Singapura hingga 27 Maret. Mereka khawatir penularan virus Corona dalam ibadah berjemaah sangat besar.

Pemerintah akan melakukan evaluasi kesehatan pada 16 Maret mendatang di seluruh masjid sebelum dioperasikan kembali.

“Komite Fatwa sudah melihat dari berbagai sudut pandang dan kami sepakat untuk sementara menutup masjid. Termasuk menghentikan dulu ibadah berjamaah saat shalat lima waktu dan shalat Jumat. Sangat penting bagi kita untuk melindungi masyarakat dan pihak-pihak yang rentan,” kata Komite Fatwa MUIS, Nazirudin Mohd Nasir.

“Umat Muslim wajib melaksanakan salat Zuhur untuk mengganti shalat Jumat yang ditiadakan,” ujar Nazirudin.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai hari ini tercatat ada 187 kasus virus corona di Singapura. Dari jumlah tersebut, 96 orang dinyatakan sembuh. (**)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER