BerandaAcehHuntara di Pidie Jaya Belum Ramah Disabilitas, Penyintas Keluhkan Akses Air dan...

Huntara di Pidie Jaya Belum Ramah Disabilitas, Penyintas Keluhkan Akses Air dan Toilet

Pidie Jaya (Waspada Aceh) – Hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dinilai belum ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain akses kamar mandi yang jauh, penyintas juga mengeluhkan yang tidak mengalir selama dua hari terakhir.

Ridwan (50), penyintas banjir asal Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, mengatakan jarak kamar mandi dari hunian tempat tinggalnya sekitar 100 meter. Kondisi tersebut menjadi kendala baginya yang merupakan penyandang disabilitas fisik.

“Kalau sehat masih bisa jalan pelan-pelan ke kamar mandi. Tapi kalau lagi sakit, saya tidak sanggup jalan jauh. Kadang terpaksa pipis pakai botol,” kata Ridwan saat ditemui, Minggu (29/3/2026).

Menurut Ridwan, dalam dua hari terakhir warga huntara juga kesulitan air karena tidak mengalir. Untuk mendapatkan air, warga harus mengambil air ke meunasah yang jaraknya cukup jauh dari lokasi huntara.

“Air sudah dua hari tidak mengalir. Kalau cari air harus jalan jauh ke meunasah,” ujarnya.

Ridwan telah tinggal di hunian sementara tersebut selama hampir dua bulan bersama istri dan tiga anaknya setelah rumahnya rusak akibat banjir.

Ridwan mengaku sudah pernah mengajukan permohonan agar dapat dipindahkan ke hunian yang lebih dekat dengan fasilitas kamar mandi, namun hingga kini belum direspon.

“Saya sudah minta kalau bisa pindah ke yang dekat kamar mandi, karena ini jauh sekali. Tapi sampai sekarang belum ada kabar,” katanya.

Sebelum banjir, Ridwan bekerja membuka bengkel kecil di dekat rumahnya. Namun sejak tinggal di huntara, ia belum bisa kembali bekerja seperti biasa.

Ia berharap fasilitas di huntara bisa lebih memperhatikan kebutuhan penyintas disabilitas, terutama terkait akses air dan kamar mandi.

Ridwan berharap ke depan fasilitas hunian sementara dapat lebih ramah bagi penyintas disabilitas sehingga mereka bisa tinggal dengan lebih layak selama masa pemulihan pascabencana. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER