BerandaBeritaHouthi Susul Hizbullah Bersama Iran, Tembakkan Rudal ke Israel, Perang Makin Meluas

Houthi Susul Hizbullah Bersama Iran, Tembakkan Rudal ke Israel, Perang Makin Meluas

Jakarta (Waspada Aceh) – Api konflik di Timur Tengah kini semakin membesar, menyebar hingga ke Semenanjung Arab. Kelompok pemberontak Houthi dari Yaman secara resmi mengangkat senjata, mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal mematikan yang diluncurkan menuju wilayah Israel.

Ini adalah serangan pertama mereka sejak meletusnya perang dahsyat antara Amerika Serikat, Israel, melawan Iran, sebuah langkah yang mengubah peta pertempuran menjadi lebih luas dan berbahaya.

Hampir bersamaan, para pejuang Hizbullah juga melakukan serangan balasan dari Lebanon ke wilayah Israel.

Juru bicara militer Houthi Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan kelompok bersenjata tersebut menargetkan beberapa lokasi di Israel selatan pada hari Minggu waktu setempat.

Menurutnya, serangan tersebut dikoordinasikan dengan “operasi heroik” yang dilakukan Iran dan Hizbullah di Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi satelit Al-Masirah pada Sabtu malam (28/3/2026), Yahya Saree, menegaskan bahwa serangan ini bukanlah ancaman kosong, melainkan kenyataan yang telah terjadi.

“Serangan akan terus berlanjut tanpa henti hingga tujuan yang telah kami umumkan tercapai sepenuhnya,” ujar Saree dengan suara berat, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

“Perlawanan ini tidak akan berhenti sampai agresi terhadap seluruh front perlawanan dihentikan total.”

Menurut pengakuan mereka, Houthi telah melepaskan rentetan rudal balistik yang ditujukan tepat ke sasaran yang disebut sebagai “lokasi militer sensitif Israel” di bagian selatan negara tersebut.

Meskipun militer Israel mengklaim bahwa rudal-rudal itu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan mereka, dampaknya tetap cukup merusak fasilitas yang ada.

Sirene peringatan meraung memecah keheningan malam di sekitar Beer Sheba dan area dekat pusat penelitian nuklir utama Israel. Suara ini terdengar untuk ketiga kalinya sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Suasana mencekam ini terjadi bersamaan dengan gempuran yang juga dilancarkan oleh Iran dan Hizbullah, menjadikan Israel seolah dikepung dari berbagai arah.

Serangan ini datang hanya beberapa jam setelah Saree memberikan sinyal samar namun penuh makna pada hari Jumat. Saat itu, ia memberi isyarat bahwa kelompoknya tidak akan tinggal diam melihat api berkobar di kawasan, dan kini janji itu telah ditebus dengan aksi nyata di langit malam.

Keterlibatan Houthi dalam babak baru perang ini menandai titik balik yang krusial. Kelompok yang telah menguasai ibu kota Sanaa sejak tahun 2014 ini sebelumnya tidak terjun langsung ke dalam konflik AS-Israel-Iran. Namun, mereka bukanlah pendatang baru dalam permainan kekuasaan regional.

Dalam perang sebelumnya melawan Israel dan sekutunya, Houthi telah menunjukkan taringnya dengan menguasai jalur perdagangan paling vital di dunia: Laut Merah. Dalam rentang waktu November 2023 hingga Januari 2025, tercatat lebih dari 100 kapal dagang menjadi sasaran serangan mereka menggunakan rudal dan drone.

Jalur laut yang setiap tahunnya dilalui barang senilai sekitar 1 triliun Dollar AS itu sempat lumpuh. Dua kapal tenggelam ke dasar laut, empat nyawa pelaut melayang, dan ekonomi global terguncang hebat akibat gangguan rantai pasokan yang mereka sebabkan.

Kekuatan mereka pun pernah diuji habis-habisan. Pada tahun 2024, pemerintahan Donald Trump melancarkan operasi militer besar-besaran untuk memukul mundur Houthi. Serangan udara itu berlangsung selama berminggu-minggu, namun akhirnya harus dihentikan tanpa hasil yang memuaskan.

Kini, dengan kembali mengangkat senjata dan menembakkan rudal langsung menuju jantung Israel, Houthi membuktikan bahwa mereka masih berdiri tegak dan siap menjadi duri yang paling menyakitkan bagi musuh-musuhnya.

Perang yang tadinya tampak terbatas kini telah berubah menjadi badai yang melibatkan lebih banyak kekuatan, membawa seluruh kawasan semakin tidak aman. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER