Minggu, Mei 19, 2024
Google search engine
BerandaAcehHarga Gabah Anjlok, Ketua Komisi B DPRK Agara Kunjungi Perum Bulok

Harga Gabah Anjlok, Ketua Komisi B DPRK Agara Kunjungi Perum Bulok

Kutacane (Waspada Aceh) – Ketua Komisi B DPRK Aceh Tenggara, Musyadi, yang membidangi Perekonomian, mengunjungi Perum Bulog Kantor Cabang Kutacane, Rabu (17/11/2021).

Mus Yadi, datang bersama anggota DPRK, Rudi Mbarung dari Fraksi Pisoe Meusalup, mengunjungi Perum Bulog Kantor Cabang Kutacane, untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat atas anjloknya harga gabah kering petani.

Dalam kunjungan Ketua Komisi B DPRK Agara itu, disambut M.Agung Nugroho, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kutacane dan Kasi Pengadaan dan Oprasional Perum Bulog, Ruswanto.

Pihak Perum Bulog menyebutkan, saat ini pihak Bulog hanya berpedoman kepada keputusan pemerintah tentang jumlah besaran standar daya (harga) beli. Adapun daya beli pihak bulog adalah sebesar Rp4.200/Kg terhadap gabah kering dan Rp7.030/Kg untuk harga beras.

Setelah mendengar penjelasan Kepala Seksi Pengadaan dan Operasional tersebut, Anggota DPRK dari Fraksi Hanura, Musyadi, berpendapat, bahwa penetapan standar harga tersebut bukan solusi untuk menstabilkan harga gabah petani.

Hal itu, kata Musyadi, mengingat dari analisa usaha tani khususnya petani padi, nilai harga tersebut belum dapat mengembalikan biaya bercocok tanam petani padi. Yaitu biaya yang sudah dikeluarkan petani padi, baik mulai dari biaya pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, panen dan pasca panen.

Sebaikanya, bagaimana pihak Bulog seharusnya dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Aceh Tenggara khususnya dengan BUMD agar dapat memecahkan masalah agar harga gabah dapat stabil dan petani tidak dirugikan.

Pada kesempatan itu Rudi Mbarung menyatakan bahwa Harga Pokok Penjualan (HPP) yang disebutkan pihak Bulog, hendaknya diinformasikan kepada masyarakat, khususnya kepada para petani padi.

Politisi Nasdem ini juga meminta pihak Bulog agar menerima dan menjelaskan apa adanya bila ada yang membutuhkan informasi tentang harga resmi HPP beras tersebut.

“Agar pihak Bulog dapat berperan aktif untuk lebih mencari solusi agar harga gabah petani di Aceh Tenggara dapat distabilkan,” kata Rudi Mbarung.

Kepala Perum Bulog Cabang Kutacane, menyatakan pihaknya akan tetap kooperatif terhadap siapapun yang datang demi kebaikan bersama. (Ria)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER