Hardiknas 2021, Kepsek SMAN 5: Aceh Carong Terobosan yang Luar Biasa

    BERBAGI
    Kepala Sekolah SMA 5 Banda Aceh, Khairurrazi, S.Pd, M.Pd (foto/Cut Nauval Dafistri)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Banda Aceh, Khairurrazi, mengatakan, saat ini pendidikan di Aceh sudah semakin membaik. Program Aceh Carong merupakan suatu terobosan yang luar biasa.

    “Jadi dalam program Aceh Carong juga mengakomodasi lulusan perguruan tinggi, mereka harus siap bersaing. Jadi program Aceh Carong ini menyeluruh,” kata Khairurrazi dalam wawancara khusus dengan Waspadaaceh.com, Jumat (30/4/2021), terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021.

    Khairurrazi mengatakan, untuk mengukur mutu pendidikan di Aceh perlu melihat secara komprehensif atau keseluruhan di setiap jenjang pendidikan sejak SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

    “Sehingga keberhasilan mutu pendidikan tidak hanya dilihat pada tingkat kelulusan siswa Aceh untuk masuk di perguruan tinggi, perlu mengukur output lulusan dari perguruan tinggi tersebut yang diterima di dunia kerja,” kata Khairurrazi.

    Khairurrazi juga mengatakan, adanya program Aceh Carong maupun BEREH merupakan suatu terobosan yang luarbiasa. Karena itu, ujarnya, mutu pendidikan di Aceh harus menjadi perhatian semua pihak, semua stakeholder.

    “Program Aceh Carong juga mengakomodasi lulusan perguruan tinggi. Mereka harus siap bersaing di dunia bekerja, bisa bersaing di bursa pasar nasional bahkan internasional. Jadi program Aceh Carong harus menyeluruh. Kalau memang lulusan perguruan tinggi bagus kualified berarti tidak ada yang menganggur,” lanjut Khairurrazi.

    “Kedepan tidak ada lagi dikotomi seakan-akan Aceh Carong itu hanya di tingkat pendidikan dasar, SMP dan SMA. Kita harus saling bahu membahu. Kita coba mendukung apa saja ide-ide yang ada untuk kebaikan pendidikan Aceh,” ungkap Khairurrazi.

    Menurutnya, Dinas Pendidikan Aceh sudah berusaha dengan maksimal dalam menjaga dan meningkatkan kualitas guru dan siswa sekolah. Peran orang tua pun, katanya, sangat dibutuhkan untuk membimbing dan menyadarkan anak-anak bahwa kompetisi dunia saat ini semakin ketat.

    Membentuk Tim Teaching

    Khairurrazi mengatakan, proses pembelajaran di sekolah harus mengalami dinamisasi dan inovasi, sehingga kualitas proses pembelajaran juga meningkat. Salah satu upaya peningkatan kualitas pembelajaran yaitu dengan dibentuknya tim teaching.

    Ia mengatakan tim teaching merupakan proses pembelajaran yang diampu lebih dari seorang guru, yakni satu pelajaran bisa diampu oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang memuaskan. Baik bagi pendidik, peserta didik, dan institusi pendidikan secara umum.

    “Menurut hemat kami bahwa bahwa pendidikan kita di Indonesia terutama di Aceh belum mampu memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal untuk anak didik. Artinya selama ini dengan keberadaan guru tunggal di kelas belum mampu memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal, dengan menghadapi berbagai karakteristik siswa. Maka perlu adanya tim teaching,” tutur Kepala Sekolah SMA 5 Banda Aceh, Khairurrazi.(Cut Nauval Dafistri)