Rabu, Mei 29, 2024
Google search engine
BerandaProfilHafnidar A Rani, Profesor Pertama Non ASN dari Aceh

Hafnidar A Rani, Profesor Pertama Non ASN dari Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Hafnidar A. Rani dari Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) berhasil meraih gelar Guru Besar. Wanita enerjik ini menjadi profesor pertama non ASN (Aparatur Sipil Negara) di wilayah Dikti XIII Aceh.

Gelar akademik tersebut diserahkan secara resmi oleh Kepala LLDdikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Rizal Munadi, pada Senin (10/7/2023), di Lantai 5 Aula LLDdikti Wilayah XIII Aceh di Banda Aceh.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah akademisi, Prof. Dr. Hafnidar A. Rani menerima salinan keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tentang pengangkatannya sebagai Guru Besar.

Hafnidar, tercatat sebagai Dekan Fakultas Teknik Unmuha. Dia menjadi dosen pertama non ASN yang meraih gelar Guru Besar dari Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Menurutnya, proses untuk mencapai gelar tersebut sangat panjang dan penuh liku.

“Perjuangannya memakan waktu hingga 5 tahun dan membutuhkan kesabaran ekstra. Proses di LLDikti juga memakan waktu hingga 2 tahun,” kata Hafnidar kepada Waspadaaceh.com, Selasa (11/7/2023).

Hafnidar berharap gelar yang diperolehnya dapat menjadi inspirasi dan memberikan manfaat serta motivasi kepada dosen lainnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Unmuha.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada LLDikti XIII, Rektor Unmuha, dan civitas akademika Unmuha atas dukungan yang diberikan selama ini.

Hafnidar berharap gelar Guru Besar yang diraihnya itu menjadi berkah dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat, terutama bagi kampus Unmuha.

Untuk diketahui, cerita hidup Hafnidar juga telah ditulis dalam buku berjudul “Hafnidar Perempuan Aceh Menerjang Badai” yang ditulis oleh Maskur Abdullah, seorang jurnalis. Buku tersebut menceritakan kisah hidup Hafnidar sebagai wanita pejuang dan penyintas tsunami. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER