BerandaBeritaGubernur di Iran Janjikan Hadiah Bagi Penemu Pilot Pesawat Tempur AS yang...

Gubernur di Iran Janjikan Hadiah Bagi Penemu Pilot Pesawat Tempur AS yang Jatuh Ditembak

Jakarta (Waspada Aceh) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak menyusul insiden jatuhnya pesawat tempur AS di wilayah Iran pada Jumat, 3 April 2026.

Operasi pencarian dan penyelamatan tengah digencarkan untuk menemukan awak pesawat yang masih hilang, sementara satu orang lainnya telah berhasil dievakuasi dan berada dalam pengawasan pihak AS.

Informasi yang beredar menyebutkan, pesawat yang jatuh tersebut diidentifikasi sebagai F-15E Strike Eagle. Pesawat jenis ini biasanya diawaki oleh dua orang, yaitu seorang pilot dan seorang perwira sistem persenjataan.

Hingga berita ini diturunkan, satu dari dua awak tersebut telah berhasil diselamatkan, dalam keadaan hidup, dan segera mendapatkan perawatan medis. Namun, nasib satu rekan lainnya masih menjadi misteri dan menjadi buruan pihak berwenang Iran.

Insiden ini bermula ketika sistem pertahanan udara Iran berhasil menjatuhkan pesawat tersebut di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad. Kantor berita semi resmi Iran, ISNA, melaporkan bahwa gubernur setempat telah mengeluarkan seruan keras kepada masyarakat. Ia meminta warga yang menemukan keberadaan pilot AS tersebut untuk segera menyerahkannya kepada pihak berwenang.

Sebagai imbalan, pemerintah berjanji akan memberikan “penghargaan secara khusus” bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan menyerahkan pilot tersebut. Seruan serupa juga disiarkan melalui televisi nasional Iran yang meminta warga melaporkan informasi ke polisi.

Kebingungan sempat terjadi terkait jenis pesawat yang dijatuhkan. Awalnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa pesawat yang berhasil mereka tembak jatuh adalah jet tempur canggih generasi kelima F-35. Namun, Angkatan Bersenjata Iran melalui markas besar Khatam Al-Anbiya kemudian mengoreksi informasi tersebut, menyatakan bahwa pesawat yang ditembak jatuh adalah jenis F-15 dan A-10.

Pemerintah AS akhirnya mengonfirmasi kehilangan dua pesawat mereka dalam insiden tersebut, di mana satu jatuh di darat dan satu lagi dilaporkan tenggelam di Teluk Persia.

Insiden ini memicu reaksi tajam dari kalangan politik Iran. Ketua Majlis Syura (DPR) Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, bahkan tak sungkan mengejek Presiden AS, Donald Trump. Dalam pernyataannya, Ghalibaf menyinggung janji-janji kemenangan yang sering disuarakan Trump, namun kini justru berakhir dengan kehilangan pilot dan pesawat tempur di wilayah musuh.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kerugian militer AS sejak eskalasi konflik dimulai. Dilaporkan bahwa Washington telah kehilangan setidaknya enam pesawat tempur.

Sebelum insiden penembakan oleh Iran ini, tiga pesawat F-15 lainnya hancur akibat insiden tembakan salah sasaran (friendly fire) di Kuwait. Selain itu, sebuah pesawat pengisi bahan bakar juga dilaporkan jatuh di Irak pada Maret lalu. Situasi kini semakin tegang, di mana satu nyawa pilot AS masih menjadi taruhan di tengah pencarian yang semakin ketat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER