Senin, April 15, 2024
Google search engine
BerandaGiliran Biden Kutip Hadis Nabi, Sebelumnya Putin Kutip Ayat Quran

Giliran Biden Kutip Hadis Nabi, Sebelumnya Putin Kutip Ayat Quran

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden, mengatakan bahwa dia akan menepati janjinya terhadap Muslim Amerika. Dalam pidatonya melalui video yang disiarkan youtube itu, Biden mengutip salah satu bunyi Hadis Nabi Muhammad SAW.

Biden bukan satu-satunya pemimpin dunia dari kalangan non Muslim yang mengutip ajaran Islam dalam pidatonya. Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, ketika berda di Turki, juga mengutip salah satu ayat dalam Al-Quran.

Joe Biden mengatakan, dia akan menepati janjinya bahwa dia akan mengakhiri larangan Muslim untuk menjabat sebagai staf di gedung putih.

Larangan itu sebelumnya dilembagakan oleh Presiden Donald Trump pada bulan pertamanya menjabat Presiden AS pada Januari 2017. Trump juga mengeluarkan kebijakan, di mana imigran dari tujuh negara mayoritas Muslim dilarang memasuki Amerika Serikat.

Mengutip thenews.com.pk, Kamis (19/11/2020), pada bulan Juni tahun ini, dalam pidato video untuk Engage Action, sebuah kelompok advokasi untuk Muslim Amerika, Biden mengatakan bahwa Muslim adalah yang pertama menderita karena mendapat tekanan di bawah pemerintahan Trump.

Dia melanjutkan dengan mengutip Hadis Nabi Muhammad (SAW) yang memerintahkan: “Siapapun di antara kamu melihat kesalahan, biarkan dia mengubahnya dengan tangannya; dan jika dia tidak mampu melakukannya, biarkan dia mengubahnya dengan lidahnya; dan jika dia tidak mampu melakukannya, maka dengan hatinya.”

Biden mengatakan, “Begitu banyak dari Anda menjalankan ajaran ini di komunitas Anda sendiri setiap hari, menggabungkan keyakinan dan prinsip Anda dengan prinsip Amerika yang konsisten, tindakan yang [membuat] hidup lebih baik untuk keluarga Anda, untuk tetangga Anda melalui pelayanan, kerja advokasi, dan pemberitaan perdamaian.”

Calon Presiden dari Partai Demokrat itu mengatakan bahwa Muslim berhak mendapatkan presiden dan pemerintahan yang akan bekerja dengan mereka dan mendukung mereka, bukan mengkambinghitamkan mereka (Muslim).

Joe Biden menyerukan umat Islam di Amerika untuk bergabung dengannya dalam membasmi “racun” semacam itu melalui suara mereka.

“Jika saya mendapat kehormatan menjadi presiden, bersama-sama kita bisa bekerja untuk memperbaiki kesalahan, dan melihat dunia kita lebih baik, dengan hati kita, dengan tangan kita, dengan suara kita,” kata Biden.

Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden dan pasangannya Wakil Presiden Kamala Harris, rencananya akan dilantik pada 20 Januari 2021. (**)

Berita lainnya: Pidato di Hari Persatuan Nasional Rusia, Vladimir Putin Kutip Ayat Quran

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER