Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh bekerja sama dengan BP BUMN, dengan fasilitasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana (Galapana DPR-RI), terus melakukan langkah progresif mempercepat pemetaan dan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya dukungan terhadap penyediaan hunian layak, ujar Kepala Dinas Perkim Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP, M.Si, dalam keterangan kepada media pada Selasa (06/01/2026).
Hingga 5 Januari 2026, jelas Aznal, hasil pemetaan di lahan yang telah bersertifikasi clean and clear menunjukkan potensi pembangunan sebanyak 1.232 unit Huntara tersebar di empat kabupaten.
“Kami memastikan validitas lahan agar pembangunan fisik berjalan tanpa hambatan. Di Aceh Tamiang sendiri, terdapat target pembangunan 600 unit Huntara yang merupakan bagian dari program besar 15.000 unit Huntara dari DANANTARA, dengan pelaksanaan yang dikoordinasikan bersama Tim BP BUMN,” katanya.
Sebaran Lokasi Huntara (Lahan Clean and Clear)
Berdasarkan pemetaan bersama BUMN Karya, berikut rincian potensi unit di empat kabupaten:
• Aceh Tamiang: 600 unit (lahan 6,07 hektar) di Karang Baru (bagian dari program 15.000 unit Huntara Danantara – koordinasi Tim BP BUMN).
• Aceh Utara: 352 unit (lahan 17.795 meter persegi) di Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan, Dusun Leubok Meuku, dan SMPN 4 Langkahan.
• Pidie Jaya: 180 unit (lahan 5.051 meter persegi) di dekat Kantor Bupati dan belakang Terminal.
• Aceh Timur: 100 unit (lahan 3.127 meter persegi) di Idi Rayeuk, Julok, Blang Mi, dan Arakundo.
Progres Pembangunan di Aceh Tamiang
Mengenai realisasi fisik, Aznal melaporkan bahwa pembangunan di Aceh Tamiang menunjukkan progres yang menggembirakan.
Dari target 600 unit yang sedang dikerjakan di wilayah tersebut, sebanyak 276 unit telah selesai dibangun dan sisanya masih dalam tahap pembangunan.
“Artinya, realisasi fisik di lapangan untuk wilayah Tamiang sudah mencapai 46% per sore ini. Kami terus bersinergi dengan Tim BP BUMN dan pihak terkait lainnya agar sisa target unit dapat segera diselesaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sesuai arahan Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan pembangunan Huntara agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat Aceh yang terdampak bencana. (*)



