Kuala Simpang (Waspada Aceh) – Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga korban banjir di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya dicairkan pada Selasa (24/3/2026) atau masa Lebaran ke-4, setelah sebelumnya sempat memicu keluhan dan protes warga.
Penyaluran bantuan dilakukan di Mushala Al Hikmah, Desa Sukajadi, dengan total penerima sebanyak 97 orang.
“Alhamdulillah hari ini DTH warga Desa Sukajadi dicairkan,” kata Reza Suchrita, warga setempat.
Menurut Reza, warga yang telah menerima bantuan mulai membongkar tenda pengungsian pada Rabu (25/3/2026).
“Pembongkaran tenda warga yang telah menerima dana tunggu hunian mulai dilakukan hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan batas waktu kepada penerima bantuan untuk segera meninggalkan tenda dan mencari tempat tinggal sementara.
“Penerima DTH diberikan waktu maksimal tiga hari untuk mencari rumah sewa atau membangun hunian sementara di lahan masing-masing,” kata Reza.
Selain itu, pemerintah juga menjanjikan bantuan lanjutan selama masa transisi sebelum hunian tetap tersedia.
“Janji pemerintah, sebelum hunian tetap diberikan kepada korban banjir bandang, warga tetap akan menerima DTH sebesar Rp600.000 per bulan,” ujarnya.
Reza menambahkan, warga yang tidak memiliki rumah pribadi atau sebelumnya tinggal di rumah sewa juga mulai dibangunkan hunian sementara.
“Iya, total 97 orang. Masyarakat yang menyewa rumah juga dibangunkan hunian sementara,” katanya.
Meski bantuan telah dicairkan, warga masih menunggu realisasi bantuan jaminan hidup dan ekonomi dari Kementerian Sosial.
“Mudah-mudahan berikutnya dana jaminan hidup dan ekonomi dari Kemensos bisa segera dicairkan untuk warga Desa Sukajadi, guna memperingan beban hidup pascabanjir bandang,” ujar Reza.
Sebelumnya, penyaluran DTH sempat menuai kisruh pada hari ketiga Lebaran, Senin (23/3/2026). Warga mengeluhkan bantuan yang tidak merata akibat data penerima yang dinilai tidak akurat.
Saat itu, dari sekitar 100 kepala keluarga terdampak, hanya sekitar 40 keluarga yang menerima bantuan.
“Data yang digunakan tidak sesuai. Tidak semua yang tinggal di tenda mendapat bantuan,” kata Reza.
Kondisi tersebut memicu protes warga. Sejumlah warga yang merasa berhak tidak masuk dalam daftar penerima dan meminta dilakukan pendataan ulang.
Bahkan, warga sempat menolak pembongkaran tenda sebelum ada kejelasan bantuan.
Kini, setelah bantuan mulai disalurkan, warga berharap proses pemulihan berjalan lebih terarah, termasuk percepatan penyediaan hunian tetap dan bantuan lanjutan yang tepat sasaran. (*)



