Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
BerandaAcehDPRK Aceh Tenggara dan Aceh Selatan Sepakat Usulkan Bangun Jalan

DPRK Aceh Tenggara dan Aceh Selatan Sepakat Usulkan Bangun Jalan

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara dan DPRK Aceh Selatan sepakat bersama-sama memperjuangkan pembangunan ruas jalan untuk mendekatkan jalur transportasi dua daerah tersebut.

Hal itu disampaikan anggota DPRK Aceh Tenggara saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi di aula Banmus DPRK Aceh Selatan di Tapaktuan, Kamis (16/1/2019).

Kedatangan para anggota DPRK Aceh Tenggara disambut Wakil Ketua I DPRK Aceh Selatan, Teuku Bustami, Wakil Ketua II Ridwan dan sejumlah anggota DPRK kedua daerah tersebut.

Wakil Ketua II DPRK Aceh Selatan, Ridwan, mengatakan, kehadiran anggota DPRK Aceh Tenggara dalam rangka kunjungan kerja dan bersilaturahmi dengan lembaga parlemen di sini.

“Pertemuan dua lembaga parlemen ini membahas terkait keinginan pembangunan ruas jalan antara Aceh Tenggara dan Aceh Selatan,” katanya

DPRK Aceh Selatan menyambut baik dan sepakat untuk mengajukan usulan membangun ruas jalan antara Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Selatan. Tujuannya untuk mendekatkan tranportasi dua daerah itu.

“Kita menyambut baik hal ini. Menurut saya dengan dibukanya ruas jalan dua daerah itu selain memudahkan tranportasi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Hadi Surya, anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Gerinda, mengatakan, pembicaraan pembangunan akses jalan Aceh Selatan dan Aceh Tenggara masih tahap awal. Kemudian akan disampaikan ke pimpinan daerah masing-masing.

“Jika dibangun akses jalan itu, Aceh Selatan ke Aceh Tenggara ataupun sebaliknya hanya butuh empat jam perjalanan. Kita DPRK Aceh Selatan sepakat dengan wacana ini,” urainya.

Buka Akses Jalan Aspirasi Masyarakat

Sementara Wakil Ketua I DPRK Aceh Tenggara, Jamuddin Salian, mengatakan, pembangunan akses jalan Aceh Tenggara dan Aceh Selatan merupakan aspirasi masyarakat.

“Ini tidaklanjut aspirasi masyarakat. Kita sudah membahas wacana ini dengan DPRK Aceh Selatan dan mereka sepakat untuk mempendek jalan tranportasi antar kedua daerah ini,” ucapannya.

Kanapa ini penting, sambungnya, karena masyarakat Aceh Tenggara untuk pergi ke Aceh Selatan ataupun sebaliknya harus melewati Sidikalang, Provinsi Sumatera Utara, dengan memakan waktu selama 12 jam.

“Maka kita sepakat untuk membuka akses jalan tersebut. Dengan memperpendek akses jalan tentunya dapat mensejahterakan masyarakat kita masing-masing daerah,” ulasnya.

Dia menyebutkan, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara, memiliki historis sejak dulu, dan hubungan kedua kabupaten ini sebelum merdeka sudah ada. Aceh Selatan tempat menuntut ilmu di bidang agama, banyak warga kita menuntut ilmu di sini.

“Seingat saya mantan Gubernur Aceh, almarhum Ibrahim Hasan, pernah menggagas dahulu, tapi mungkin ada kendala. Maka kita dewan dua daerah ini mempersatukan persepsi dan pandangan kembali memperjuangkan akses jalan agar terwujud,” pungkas mantan Ketua PWI Aceh Tenggara ini.(Faisal)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER