Beranda Disbudpar Aceh Disbudpar Aceh Jalin Kerja Sama dengan Konjen Jepang di Medan

Disbudpar Aceh Jalin Kerja Sama dengan Konjen Jepang di Medan

BERBAGI
Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin (kiri), menyerahkan cenderamata kepada Konjen Jepang di Medan, Mr. Takonai Susumu. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, serius menjalin kerja sama dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Kota Medan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Jamaluddin, dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat (9/7/2021).

Jamaluddin menyampaikan, Jepang sebagai negara maju dan mapan, menjadi salah satu negara yang bisa dicontoh dalam menjaga tradisi leluhurnya dan penuh dengan nilai-nilai budaya.

Oleh sebab itu, Jamaluddin menganggap silahturrahmi yang dilaksanakan pada hari Rabu (7/7/2021), sangat perlu dalam menjalin hubungan kerja sama untuk pengembangan budaya dan pariwisata Aceh.

“Momen silaturrahmi ‘diplomatic tour’ ini kami anggap sangat perlu untuk membina hubungan baik dengan Konjen Jepang. Terlebih lagi dalam menjalin kerja sama dengan Pemerintah Jepang di bidang kebudayaan,” ujarnya.

Jamaluddin menambahkan, dalam pertemuan dengan Konsul Jendral Jepang, Mr. Takonai Susumu itu, Disbudpar hadir dengan membawa agenda kerja sama di bidang kebudayaan.

“Pertama adalah misi berbagi pengalaman dalam upaya menjaga budaya di tengah globalisasi khususnya lewat seminar budaya. Kedua, kolaborasi Aceh dan Jepang dengan menyelenggarakan event-event kebudayaan, dan terakhir program workshop dan penyediaan simulator untuk Museum Tsunami Aceh sebagai upaya menjadikan museum sebagai pusat pendidikan kebencanaan,” beber Jamaluddin.

Dalam pertemuan tersebut, ucap Jamaluddin, Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Kota Medan, menyambut hangat kehadiran delegasi Aceh ke kantornya.

Dia menyebutkan, Mr. Takonai Susumu sangat merespon serius ajakan program kerja sama kebudayaan dari Disbudpar Aceh dan menilai pertemuan tersebut menjadi hal penting dalam misi kebudayaan Jepang dan Aceh.

Jamaluddin juga menyampaikan, Mr. Takonai menganggap sangat penting kerja sama di bidang kebudayaan untuk memperkuat identitas masing-masing negara, terlebih lagi terkait sejarah dan kebencanaan. (Kia Rukiah)