Dinas Koperasi dan UKM Ajak Pemuda di Aceh Terjun ke Dunia Usaha

    BERBAGI
    Kabid Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Aswar, saat membuka Bimbingan Teknis Multimedia Bagi Wirausaha Pemula di Kota Banda Aceh, di Hotel 88, Lamdingin, Banda Aceh, Kamis (8/12/2022). (Foto/Kia)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Aceh (UKM) mengajak pemuda untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh.

    Hal tersebut disampaikan Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Azhari, melalui Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan, Aswar, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Multimedia Bagi Wirausaha Pemula di Kota Banda Aceh, berlangsung di Hotel 88, Lamdingin, Banda Aceh, Kamis (8/12/2022).

    Di depan 30 peserta yang mengikuti bimbingan teknis, Aswar mengatakan, pemerintah saat ini serius dalam menggalakkan UMKM di Aceh, termasuk dalam pemanfaatan multimedia untuk mendukung usaha. Pemerintah menilai UMKM telah memberikan bukti dapat menyokong perekonomian nasional.

    Dia mencontohkan, apabila di Aceh bisa tumbuh UMKM 10 persen saja setiap tahun, maka ekonomi Aceh akan bangkit dan produktif, sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Aceh.

    “Bayangkan, jika ada 500 ribu orang pelaku UMKM dan ada 100 ribu yang berkualitas, maka bila setiap UMKM itu bisa menerima pekerja 1 orang, otomatis ada 100 ribu pekerja yang terserap setiap tahun,” jelasnya.

    Dia prihatin, berdasarkan data pengangguran di Aceh mencapai 156 ribu atau sebanyak 5,8 persen. Angka tersebut masih di atas rata-rata nasional. Namun apabila setiap UMKM bisa menyerap 1 orang, tentu pengangguran jauh dari persentase nasional.

    “Sayangnya Aceh belum memiliki hal-hal seperti itu, karena UMKM Aceh belum produktif, termasuk generasi mudanya,” tuturnya.

    Jika dilihat berdasarkan data BPS, lanjut Aswar, yang menganggur di Aceh adalah generasi muda yang umurnya 18-39 tahun yang pendidikannya D3-S1. Umur yang masih muda seharusnya bisa produktif, namun nyatanya, anak muda menjadi penyuplai pengangguran di Aceh.

    Cukup banyak hal yang membuktikan Aceh belum produktif, mulai anak muda tidak punya skill, hanya mengejar jadi PNS, belum berani terjun ke sektor usaha (wirausaha), dan justru banyak masyarakat luar Aceh yang terserap di industri dan sektor usaha swasta.

    “Alasannya tidak memakai orang Aceh karena mereka menilai sebagian kurang disiplin,” sebutnya.

    Selain itu, lanjut Aswar, ketergantungan masyarakat terhadap daerah luar serta kurang kreatif dalam mengolah sumber daya yang ada.

    “Karena itu, Pemerintah Aceh telah memfasilitasi anak muda dengan bimtek, seperti hari ini, dan berbagai fasilitas lainnya, untuk menggalakkan UMKM di Aceh,” sebutnya.

    Aswar mengatakan, banyak hal yang dapat diperoleh dalam forum bimtek ini, mulai teori, desain sampe ke tingkat pemasaran. Karena itu ia berharap kepada peserta untuk mengikuti kegiatan ini benar-benar supaya bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. (*)

    BERBAGI