Minggu, April 6, 2025
spot_img
BerandaLaporan KhususDi Tengah Pandemi COVID-19, Pertamina Datang Bangkitkan UMKM dari "Kubur"

Di Tengah Pandemi COVID-19, Pertamina Datang Bangkitkan UMKM dari “Kubur”

“Pertamina tetap menunjukan eksistensi perusahaan melalui program-program stimulus kepada pelaku usaha, khususnya mereka yang terkena dampak selama pandemi COVID-19”

 

Pandemi COVID-19 memang menimbulkan dampak sosial ekonomi yang merugikan bagi masyarakat, termasuk di Provinsi Sumatera Utara. Penyebaran virus asal Wuhan, China, ini bahkan “memukul” sektor bisnis para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sebut saja Tri Handayani, pelaku UMKM yang sempat terpuruk akibat hantaman pandemi COVID-19. Tapi dia tak patah semangat. Meski sempat terpuruk selama pandemi COVID-19, kini Tri Handayani mulai bangkit lagi.

Pemilik usaha Raja Patin dengan olahan kulit ikan patin ini, salah satunya produk kerupuk kulit ikan patin, semakin termotivasi ketika mendapat dukungan dari PT Pertamina. Dia tambah percaya diri setelah memperoleh stimulus dari PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) I.

Melalui Program Kemitraan (PK) dengan pinjaman super lunak permodalan bergulir dari CSR Pertamina MOR I, pelaku UMKM ini pun optimis menatap masa depan. Pertamina tetap menunjukan eksistensi perusahaan melalui program-program stimulus kepada pelaku usaha, khususnya mereka yang terkena dampak selama pandemi COVID-19.

Pertamina memang menyasar pelaku UMKM, apalagi selama pandemi ini. Sektor UMKM menjadi sasaran paling tepat untuk mendapatkan stimulus dari Pertamina, karena sektor ini salah satu penggerak roda perekonomian di tingkat daerah mau pun nasional.

Selain Raja Patin milik Tri Handayani di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ada juga Keramba Ayah Amanah di Belawan. Kelompok usaha binaan Pertamina MOR I ini berada dekat dengan Integrated Terminal (IT) BBM Medan Group di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Kerupuk kulit ikan patin, salah satu produk UMKM, Raja Patin, yang mendapatkan stimulus dari Pertamina. (Foto/Ist)

Tidak hanya stimulus dalam bentuk permodalan bergulir kepada UMKM, Pertamina juga melakukan pembinaan kepada kelompok usaha budidaya tambak ikan dan usaha makanan hasil olahan ikan siakap, seperti usaha Keramba Ayah Amanah. Kelompok yang dimulai sejak tahun 2018 lalu ini, pada Senin (12/10/2020), baru saja memanen 138 Kg ikan siakap.

Salah satu anggota kelompok usaha Keramba Ayah Amanah, Udin, menyatakan rasa syukur dan terima kasih karena pendampingan dari Pertamina.

“Jadi, sebenarnya keramba ini ujung tombak urat nadinya perekonomian masyarakat di sini. Bayangkan jika keramba ini tidak ada, maka tidak ada penghasilan masyarakat,” kata Udin.

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo menjelaskan, dari hasil panen ikan siakap itu sebagian diolah menjadi nugget ikan bernilai ekonomi tinggi.

“Jadi, mereka tidak hanya panen ikan lalu menjual ke pasar. Tapi sebagian hasil panen diolah menjadi produk bernilai lebih,” kata Roby.

Apalagi, kata Roby, program ini memang sejalan dengan gagasan Pertamina MOR I untuk kebangkitan UMKM di Sumut. Komitmen dan eksistensi ini juga dicetuskan Pertamina saat kegiatan sosialisasi yang digagas Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi RI di hadapan pejabat Dinas Koperasi dan Dinas Pariwisata dari tujuh kabupaten/kota di kawasan Danau Toba pada, Kamis (8/10/2020).

“Pertamina juga telah menyalurkan permodalan bergulir bagi UMKM di wilayah wisata Danau Toba pada tahap pertama sebesar Rp5,4 miliar,” ujar pria berkacamata yang selalu tampil kasual ini.

Sementara, untuk permodalan Program Kemitraan (PK) Pertamina MOR I hingga Oktober 2020 telah menyalurkan Rp11,9 miliar. Bahkan, sebanyak Rp6,2 miliar untuk UMKM di wilayah Sumatera Utara. Program ini juga bersumber dan bagian dari CSR perusahaan plat merah ini.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik, khusus kepada pelaku UMKM. Sebisa mungkin kami peka terhadap kondisi UMKM, melalui stimulus-stimulus,” ungkap Roby.

Tidak hanya itu, Roby menjelaskan, para pelaku UMKM mitra binaan juga diberikan keistimewaan yang terdampak pandemi dengan penundaan pembayaran cicilan. Berbeda dengan bank, yang memberikan relaksasi cicilan melalui pembayaran bunga.

“Kita terus berusaha maksimal membantu pelaku UMKM mitra binaan termasuk dengan memberikan dispensasi penundaan pembayaran cicilan sementara waktu. Dengan tujuan pelaku usaha bisa lebih bernafas selama masa pandemi dan penurunan omset,” jelasnya.

Pertamina juga berupaya secara konsisten membantu memberikan dorongan motivasi agar pelaku usaha bangkit di tengah pandemi sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan perpanjangan tangan pemerintah. Upaya tersebut merupakan bagian pelayanan, kepedulian, pengabdian dan kontribusi perusahaan terhadap kebangkitan prekonomian selama pandemi ini. (sulaiman achmad)

  • Tulisan ini diikutsertakan dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2020 tingkat Regional dan Nasional.
BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER