Beranda Pariwara Di Tengah Pandemi, Aceh Mampu Berprestasi di Dunia Pendidikan

Di Tengah Pandemi, Aceh Mampu Berprestasi di Dunia Pendidikan

BERBAGI

“Para guru dan tenaga kependidikan, berhasil mengantarkan siswa Aceh masuk peringkat 8 nasional terbanyak diterima masuk PTN melalui jalur SBMPTN serta peringkat 5 nasional pada SNMPTN tahun 2021”

— Kadisdik Aceh, Alhudri —

Berdasarkan pengumuman dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Provinsi Aceh berada pada posisi delapan terbanyak nasional dalam meloloskan siswanya pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021.

Data itu menyebutkan, jumlah siswa-siswi Aceh yang mendaftar pada SBMPTN tahun ini mencapai 16.767 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.888 peserta atau 41 persennya dinyatakan lulus.

Para guru dan tenaga kependidikan, kata Alhudri, berhasil mengantarkan siswa Aceh masuk peringkat 8 nasional terbanyak diterima masuk PTN melalui jalur SBMPTN serta peringkat 5 nasional pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

Mendapat Apresiasi dan Masukan

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah meningkatkan prestasi pendidikan di Aceh.

Selain apresiasi dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, keberhasilan Aceh dalam meningkatkan prestasi pendidikan itu juga mendapat apresiasi dari anggota dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ali Basrah, memberikan apresiasi kepada dewan guru di Aceh karena mutu pendidikan di Aceh mulai membaik.

Ali Basrah dalam wawancara khusus dengan Waspadaaceh.com di ruang Fraksi Golkar DPRA, Kamis (2/9/2021), mengungkapkan hal itu terkait peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKA) ke 62 pada 2 September 2021.

“Berkaitan dengan Hardikda yang jatuh pada 2 September, semangat yang kita gaungkan mengarah kepada kualitas ataupun mutu pendidikan. Baik SD, SMP, SMA maupun SMK,” kata Ali Basrah yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh itu.

Menurut Ali Basrah, dalam menentukan pendidikan itu berhasil, dapat diukur dari beberapa aspek, di antaranya dengan rata-rata hasil ujian nasional. Kemudian juga dapat diukur dengan banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri, baik daerah maupun di luar provinsi.

“Pada tahun 2021, lulusan kita itu lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu bisa kita lihat juga dari jenjang SMA, SMK yang diterima di jenjang pendidikan kedinasan, seperti IPDN, STT PLN dan juga di dunia usaha, seperti industri yang direkrut dari sekolah kejuruan,” lanjutnya.

Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian, tak ketinggalan memberi apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Aceh, khususnya para guru. Peningkatan prestasi itu, kata Hendra, memberi kebanggaan kepada masyarakat Aceh di tengah pandemi COVID-19 ini.

“Pada momentum Hardikda ke-62, Aceh telah melakukan terobosan baru hingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di masa sulit karena pandemi sekarang ini. Ini suatu prestasi yang membanggakan,” kata Hendra Budian.

Sementara itu Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah, juga mengapresiasi capaian di bidang pendidikan itu. Begitu pun, kata dia, dalam meningkatkan mutu pendidikan menjadi lebih baik lagi, Aceh memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Berkaitan dengan Hardikda, bahwa kondisi pendidikan Aceh yang kita lihat sekarang ini masih banyak hal yang harus dilakukan perubahan. Terutama sumber daya manusia (SDM) dalam bidang pendidikan,” ucap Irawan Abdullah kepada Waspadaaceh.com, Selasa (31/8/2021).

Dia melanjutkan, perubahan yang dilakukan harus dari hulu hingga ke hilir. Seperti pihak pelaksana Dinas Pendidikan sampai dengan guru-guru yang mengajar pada institusi lembaga pendidikan yang ada di Aceh.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Aceh ini juga menyebutkan, khususnya untuk guru-guru perlu di-upgrade dengan berbagai macam pelatihan, pembinaan terhadap bagaimana cara dan teknis mengajar siswa dalam tantangan dunia teknologi yang semakin berkembang.

“Untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa COVID-19 ini memang ibarat kita memakan buah simalakama. Karena kondisi pandemi yang tidak jelas kapan ujungnya. Pandemi yang membuat sistem pendidikan secara tatap muka, berubah menjadi sistem daring,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs.H.Alhudri, MM, ketika memantau kegiatan belajar semester genap pada hari pertama belajar tatap muka di SMKN 3 Loeng Raya, Banda Aceh. (Foto/Ist)
Lakukan Terobosan

Tahun 2021 ini menjadi kebanggaan dunia pendidikan di Provinsi Aceh. Meski di masa pandemi COVID-19, nyatanya Aceh mampu meraih prestasi yang membanggakan.

Padahal masyarakat tahu, bahwa selama pandemi COVID-19, di semua daerah di Indonesia, bahkan dunia internasional, terjadi begitu banyak keterbatasan, termasuk di bidang pendidikan. Selama pandemi ini, aktivitas pendidikan lebih banyak dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan), sehingga pencapaian mutu pendidikan menjadi terhambat.

Tapi untuk Aceh, walau serba keterbatasan, Aceh masih tetap mampu meraih prestasinya di bidang pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) pada Dinas Pendidikan Aceh, Hamdani, mengatakan, meskipun di masa pandemi COVID-19, kalangan dinas dan praktisi pendidikan Aceh tetap melakukan berbagai terobosan.

Pihaknya sangat bersyukur karena banyak siswa SMA di Aceh yang lulus ke berbagai universitas negeri di Indonesia. Baik melalui jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Para guru dan tenaga kependidikan, kata Hamdani, berhasil mengantarkan siswa Aceh masuk peringkat 8 nasional terbanyak yang diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) serta peringkat 5 nasional pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

“Alhamdulillah, meski pandemi pendidikan Aceh memiliki berbagai terobosan, banyaknya diterima siswa-siswa kita di Perguruan tinggi, serta mendapat juara di berbagai ajang perlombaan, Hal ini menunjukkan prestasi Aceh,” tutur Hamdani saat ditemui Waspadaaceh.com, Rabu (1/9/2021).

Ia juga menyebutkan, pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), 12 siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mewakili Aceh ke tingkat Nasional. Ia juga menyebutkan 5 Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB juga lolos pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Kegiatan itu, tambahnya, untuk mengasah keterampilan peserta didik, khususnya di bidang seni. Hamdani mengatakan, Dinas Pendidikan Aceh secara khusus mengapresiasi prestasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang ada di Aceh.

“Pemerintah Aceh akan terus memberi perhatian terhadap pelayanan yang dibutuhkan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ajang ini untuk menampilkan kreativitas dari peserta didik, agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga tingkat nasional,” ujarnya

Hamdani juga menyebutkan sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pelajar dan guru pembimbing SMA Negeri 3 Banda Aceh, yang mewakili Indonesia pada ajang Parliamentary Debate World Conference (PDWC) yang berlangsung sejak 15 – 21 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang.

Hamdani mengatakan, peran guru dan tenaga kependidikan patut mendapat apresiasi karena mereka telah bekerja maksimal dengan segenap kemampuannya. Banyak guru mendapat juara dalam ajang pemilihan guru berprestasi. Tidak hanya guru, namun juga kepala sekolah maupun tenaga pendidikan lainnya.

Menurutnya, bagaimanapun peran guru sesungguhnya tidak bisa digantikan dengan teknologi. Karena guru bukan sekedar sumber ilmu pengetahuan, melainkan mesti menjadi contoh dan teladan yang mentransfer adab dan tata nilai. Dengan demikian ia ingin anak-anak punya karakter yang baik, talenta yang baik sejak dini.

Dalam momentum peringatan Hardikda ke-62 tahun ini, semoga menjadikan momen untuk melahirkan generasi Aceh yang bermartabat serta berkarakter, kata dia. (pariwara)

BERBAGI