Sabtu, November 29, 2025
spot_img
BerandaAcehDewan Ekonomi Aceh Nilai Pelabuhan Krueng Geukuh Siap Jadi Pusat Ekspor CPO...

Dewan Ekonomi Aceh Nilai Pelabuhan Krueng Geukuh Siap Jadi Pusat Ekspor CPO Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dewan Ekonomi Aceh (DEA) memberi catatan penting tentang kondisi Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

“Sangat positif. Ini berdasarkan tinjauan singkat, masih dibutuhkan pendalaman lagi,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DEA, Ismail Rasyid, Senin (13/10/2025).

Saat ini Pelabuhan Krueng Geukuh mengalami stagnasi karena minimnya perencanaan dan program pengembangan yang terarah. Aktivitas pelabuhan hanya bergantung pada beberapa kegiatan oil and gas yang beroperasi di Aceh Itupun hanya barang-barang yang harus lewat pelabuhan, sedangkan barang lainnya lebih banyak di kirim via Pelabuhan Belawan dan dilanjutkan melalui darat ke Aceh.

Untuk mengkaji dampak positif pengembangan Pelabuhan Krueng Geukuh, DEA mengutus Ismail Rasyid dan anggota DEA Hasballah M Thaib (Rocky).

Berita Terkait : PEMA Dorong Hilirisasi Emas Aceh untuk Kemandirian Ekonomi

“Kami mendapat gambaran positif dari Pelindo tentang kondisi pelabuhan. Sangat siap untuk eksport-import,” kata Rocky, mantan Bupati Aceh Timur.

Sebagai pengusaha perkebunan sawit, Rocky menilai Pelabuhan Krueng Geukuh sangat siap menjadi pelabuhan muat Crude Palm Oil (CPO).

“Melihat ke lapangan, kondisinya hanya perlu pembenahan yang tidak krusial,” ujarnya.

Saat kunjungan pada Jumat (10/10/2025), Ismail dan Rocky menyaksikan satu kapal baru selesai memuat kernel (cangkang sawit) sebanyak 10.000 ton untuk diekspor ke Jepang. Selain itu, satu kapal kargo domestik tengah sandar siap melakukan aktivitas.

Dari tinjauan tersebut, Ismail dan Rocky sangat yakin bahwa Pelabuhan Krueng Geukuh dapat menjadi pelabuhan pemuatan dan pemberangkat CPO dari Aceh.

“Tentu hal ini akan memberikan trickle down effect baik terhadap penyerapan tenaga kerja, PAD, dan aktivitas ekonomi lainnya,” katanya.

Rocky menjelaskan, khusus yang berkaitan dengan kapasitas tanki storage CPO, pasti memerlukan investasi agar bisa menjamin kapasitas storage di pelabuhan sebelum pengapalan bisa terakomodir.

“Banyak pihak yang sangat tertarik untuk melakukan investasi tersebut,” katanya.

Kendati demikian, Ismail dan Rocky terlebih dahulu menyampaikan laporan secara lengkap dan detail kepada DEA.

“Nanti dikaji secara lebih mendalam. Baru kemudian menyampaikan rekomendasi secara resmi yang lebih konprehensif kepada gubernur,” kata Rocky.

Ismail yang juga pemilik grup usaha di bidang logistik dan transportasi multimoda menyatakan siap berpartisipasi dalam investasi.

“Kami di jajaran manajemen PT Trans Continent sangat optimis bahwa kondisi ekonomi Aceh akan tumbuh dan berkembang menuju kemandirian,” tegasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER