BerandaBeritaDemo Besar-besaran Landa AS, Protes Presiden Trump Bertema "Tidak Ada Raja"

Demo Besar-besaran Landa AS, Protes Presiden Trump Bertema “Tidak Ada Raja”

Washington (Waspada Aceh) – Gelombang demonstrasi besar-besaran dengan tema “No Kings” kembali melanda seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, waktu setempat.

Ratusan ribu warga turun ke jalan untuk mengecam tindakan agresif pemerintahan Presiden Donald Trump, menentang perang yang sedang berlangsung di Iran, serta menolak berbagai kebijakan kontroversial lainnya.

Menurut laporan kantor berita Reuters, aksi kali ini tercatat sangat masif dengan lebih dari 3.200 acara unjuk rasa yang direncanakan berlangsung di seluruh 50 negara bagian. Hal ini menandai gelombang protes ketiga dalam rangkaian gerakan “No Kings”, di mana dua aksi sebelumnya telah berhasil menarik partisipasi jutaan orang dari berbagai latar belakang.

Salah satu titik pusat keramaian terjadi di negara bagian Minnesota, tepatnya di luar gedung Capitol negara bagian di Saint Paul. Dalam aksi tersebut, para demonstran mengangkat poster-poster besar yang memuat foto Renee Good dan Alex Pretti. Kedua nama tersebut menjadi simbol kemarahan publik setelah ditembak mati oleh petugas imigrasi federal di Minneapolis awal tahun ini.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, hadir dan memberikan orasi hangat di hadapan massa. Ia menegaskan bahwa perlawanan yang dilakukan masyarakat terhadap kebijakan Trump adalah representasi dari nilai-nilai luhur bangsa.

“Mereka menyebut kita radikal. Anda benar sekali, kita telah diradikalisasi oleh belas kasih, diradikalisasi oleh kesopanan, diradikalisasi oleh proses hukum yang adil, diradikalisasi oleh demokrasi, dan diradikalisasi untuk melakukan semua yang kita bisa untuk menentang otoritarianisme,” ujar Walz dalam pidatonya.

Puluhan Ribu Padati Manhattan

Aksi protes skala besar juga terjadi di kota-kota utama lainnya seperti New York, Dallas, Los Angeles, Philadelphia, hingga Washington D.C.

Di Kota New York, antusiasme massa terlihat sangat tinggi. Menurut perkiraan pihak kepolisian setempat, jumlah demonstran mencapai puluhan ribu orang. Kerumunan tersebut membentang sejauh lebih dari 10 blok di pusat kota Manhattan.

Salah satu tokoh publik yang turut hadir dan menjadi penyelenggara acara adalah aktor terkenal, Robert De Niro. Dalam kesempatannya berbicara, De Niro menegaskan bahwa kepemimpinan saat ini menimbulkan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Tidak ada presiden sebelum Trump yang menimbulkan ‘ancaman eksistensial seperti itu terhadap kebebasan dan keamanan kita’,” tegas De Niro.

Suasana perlawanan juga tercermin dari pernyataan salah satu peserta, Holly Bemiss (54). Wanita ini merasa bahwa apa yang mereka lakukan saat ini memiliki kesamaan semangat dengan perjuangan para pendiri bangsa masa lalu.

“Kami berjuang melawan raja, dan kami berjuang untuk kebebasan. Kami hanya melakukannya lagi,” kata Bemiss, menggambarkan alasan di balik nama gerakan “No Kings” atau “Tidak Ada Raja”.

Gerakan ini menunjukkan bahwa meskipun telah berlangsung beberapa kali, gelombang penolakan terhadap kebijakan pemerintahan Trump masih sangat kuat dan menyebar luas di seluruh penjuru negeri Paman Sam tersebut. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER