Banda Aceh (Waspada Aceh) – Senyum bahagia kini terpancar dari wajah warga di berbagai pelosok Provinsi Aceh. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penerangan, delapan dusun yang tersebar di sejumlah kabupaten akhirnya resmi menikmati listrik sejak 6 April 2026.
Melalui program Listrik Desa (Lisdes), PT PLN (Persero) berhasil menghadirkan akses listrik hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang sebelumnya hanya mengandalkan lampu minyak dan genset sebagai sumber penerangan.
Bagi masyarakat, hadirnya listrik bukan sekadar penyalaan jaringan, melainkan awal dari perubahan kehidupan. Aktivitas belajar anak-anak di malam hari kini lebih optimal, sementara peluang ekonomi masyarakat mulai terbuka lebih luas.
Adapun delapan dusun yang telah berhasil dialiri listrik meliputi:
1. Kabupaten Aceh Besar, Desa Pasie Lubuk (Kecamatan Ingin Jaya)
2. Kabupaten Aceh Tengah, Dusun Uyem Mude, Desa Penarun (Kecamatan Linge)
3. Kabupaten Aceh Singkil, Dusun Perabis, Desa Guha (Kecamatan Simpang Kanan)
4. Kabupaten Pidie, Dusun Melati, Desa Babah Jurong (Kecamatan Mila)
5. Kabupaten Aceh Tamiang, Dusun Sumber Rejo, Desa Sumber Makmur (Kecamatan Tenggulun)
6. Kota Subulussalam, Dusun Afd 5, Desa Kuala Kepeng (Kecamatam Rundeng)
7. Kabupaten Aceh Timur, Dusun Seuneubok Punteut (Kecamatan Peudawa) Dusun Matang Kuta, Desa Beusa Baroh (Kecamatam Peureulak Barat)
Keberhasilan ini merupakan lanjutan dari program elektrifikasi yang sebelumnya telah menjangkau enam lokasi lainnya pada 3 April 2026.
Kepala Desa Sumber Makmur, Salihin, Rabu (8/4/2026), dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di wilayahnya.
“Ini adalah momen yang sangat kami tunggu. Dengan adanya listrik, kehidupan masyarakat kami berubah. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, dan warga mulai memikirkan usaha kecil untuk meningkatkan penghasilan,” ujarnya.
Medan yang sulit, mulai dari pegunungan hingga pesisir, tidak menyurutkan langkah petugas PLN dalam menuntaskan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerataan energi nasional.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra menegaskan bahwa program Lisdes akan terus berlanjut.
“Kami berkomitmen menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan. PLN akan terus hadir hingga ke titik-titik terjauh Aceh,” ungkapnya.
Kini, malam di pelosok Aceh tak lagi gelap dan sunyi. Cahaya listrik telah hadir, membawa harapan baru bagi masa depan masyarakat. (*)



