Minggu, April 21, 2024
Google search engine
BerandaPariwaraCegah Penyakit Melalui PHBS dan Imunisasi

Cegah Penyakit Melalui PHBS dan Imunisasi

“Masyarakat harus aware (menyadari) akan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”

— Kabid P2P pada dinkes Aceh, dr.Iman Murahman —

Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seharusnya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari karena PHBS sendiri dapat mencegah terjadinya penyakit.

Meski terkesan sederhana, pada kenyataannya, masih banyak orang yang kurang memperhatikan pentingnya PHBS bagi kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Di Aceh sendiri, ada beberapa penyakit yang seharusnya bisa dihindari jika menerapkan PHBS, salah satunya demam berdarah.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr.Iman Murahman kepada Waspadaaceh.com, Kamis (20/12/2023) mengatakan kiat untuk mencegah penyakit tergantung dari sumber penyakit yang diderita.

Jika penularan penyakit, lewat udara, maka seluruh masyarakat khususnya Aceh harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mengenakan masker dan sering cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir.

“Karena kalau penyebaran virus lewat udara, pas orang yang sakit tidak pakai masker, besar efeknya ke orang lain, seperti virus dan kuman, TBC dan campak. Jadi perilaku pakai masker perlu dibudidayakan lagi,” jelasnya.

Selain memakai masker, pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga, dengan memperhatikan tempat munculnya jentik-jentik, seperti tempat penampungan air dan sebagainya.

Membiasakan PHBS di rumah kata Dr Iman, salah satu cara untuk menghindari demam berdarah. Di Aceh, sampai September 2023 ini, sebanyak 1.803 kasus DBD, dan ini termasuk angka DBD paling tinggi sejak empat tahun ke belakang.

“Biasanya dalam satu tahun kasus DBD di Aceh hanya tercatat 500, tapi ini diprediksi akan mencapai 2000 kasus. Seharusnya masyarakat sudah mulai sadar, tidak perlu setiap hari untuk melihat air tadi, atau seminggu sekali. Karena jentik berubah menjadi nyamuk butuh waktu satu minggu. Jadi, Seharusnya dalam satu minggu pastikan ada jentik atau tidak,” jelasnya.

Namun yang lebih penting kata Iman, masyarakat harus aware (menyadari) akan pentingnya penerapan PHBS.

Hindari Penyakit dengan Menjaga Pola Makan 

Selain penerapan PHBS, penyakit bisa dicegah dengan menjaga pola makan, salah satunya jangan mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan. Selama ini, kata dr. Iman masyarakat Aceh bahkan mungkin Indonesia, sudah salah membiasakan makan nasi tiga kali sehari.

“Kalau belum makan nasi belum pas rasanya. Sebenarnya tidak salah mengkonsumsi karbohidrat, namun juga harus dibarengi dengan olahraga,” sebutnya.

Kata dr. Iman, masih banyak lagi penyakit, seperti DM dan hipertensi yang terjadi akibat tidak menjaga pola maka dan menerapkan pola hidup yang salah.

Kabid P2P pada dinkes Aceh, dr.Iman Murahman. (Foto/Kia)

Cegah Penyakit Lewat Imunisasi

Selain menerapkan PHBS, penyakit juga bisa dicegah dengan imunisasi untuk bayi. Imunisasi ini dapat mencegah masing-masing penyakit, apalagi imunisasi DPT-HB-Hib.

Imunisasi DPT-HB-Hib bisa mencegah 5 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, tetanus, Hepatitis B serta Pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

Namun di Aceh, imunisasi DPT-HB-Hib capaiannya rendah sekali yaitu hanya baru mencapai 40 persen. Padahal, penyakit difteri dan penyakit lainnya bisa dicegah dengan imunisasi.

Namun, lagi-lagi, kata dr, Iman, sebagian masyarakat masih engan membawa anaknya untuk imunisasi karena khawatir anak jatuh sakit setelah imunisasi. Padahal, demam itu hanya sementara dan tidak semua anak jatuh demam setelah imunisasi.

Namun manfaatnya cukup banyak, salah satunya terhindar dari pertusis (batuk 100 hari). Pertusis ini juga muncul akibat capaian imunisasi di Aceh rendah.

Karena itu, dia berharap agar masyarakat menyadari banyaknya manfaat dari imunisasi. Bahkan Indonesia juga menyadari imunisasi itu penting, sehingga imunisasi itu menjadi hak setiap anak dan diatur dalam undang-undang.

“Jadi mudah-mudahan masyarakat Aceh paham manfaat dari imunisasi, dan tentunya sangat untuk anak-anak,” tutupnya. (Adv)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER