Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaGaya HidupCara Aman Saat Bonceng Anak

Cara Aman Saat Bonceng Anak

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pengendara sepeda motor dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang sesuai bunyi Pasal 106 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Instruktur Safety Riding Capella Honda Aceh Reza Novendri mengatakan secara realita terdengar dilema, tetapi untuk hal keselamatan memang tidak disarankan membonceng dengan lebih dari satu orang penumpang.

Namun, jika dalam kondisi sangat mendesak dan mengharuskan membawa anak dan istri, lebih aman posisi anak berada di tengah antara pengendara dan penumpang dewasa.

Perlu diketahui bersama membonceng anak pada posisi depan pengendara memiliki lebih besar potensi risiko bahaya.

Adapun potensi bahaya yang dapat muncul di antaranya terbentur dengan speedometer saat pengendara melakukan pengereman tiba-tiba.

Terjepit oleh tubuh pengendara ketika melakukan pengereman mendadak dan tubuh pengendara terdorong ke depan.

Mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar udara langsung dalam jangka waktu tertentu. Mengurangi ruang lingkup mata pengendara. Mengganggu pengendalian sepeda motor.

Kemudian, berpotensi menyebabkan salah komunikasi bila anak mengaktifkan lampu sein atau membunyikan klakson tanpa sepengetahuan kita.

Nah, agar lebih aman saat membonceng anak sebaiknya lakukan hal di antaranya menggunakan perlengkapan berkendara. Anak kita wajib menggunakan perlengkapan berkendara ketika membonceng.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif bila terjadi kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan anak kita.

Bonceng anak di belakang, dengan posisi duduk rapat dengan pengendara, memeluk bila memungkinkan. Pastikan anak sudah siap membonceng, seperti kaki sudah bisa menginjak pijakan kaki pembonceng dan ingatkan anak kita untuk tidak memainkan kakinya ketika membonceng, untuk mencegah potensi tersenggol kendaraan lain.

Tangan sudah bisa memegang kuat pengendara, dengan pegangan yang kuat dapat mencegah keseimbangan anak terganggu ketika membonceng, bisa juga di tambahkan sabuk pembonceng sehingga keseimbangan dan posisi anak dapat lebih terjaga.

Atur kecepatan saat berkendara dengan membonceng anak, kita perlu mengatur kecepatan, hal ini ditujukan untuk mencegah anak terpental ke belakang saat kita membuka gas karena pegangan anak yang belum kuat.

Anak hilang keseimbangan saat bermanuver dengan kecepatan tinggi. Anak membentur punggung pengendara akibat pengereman mendadak.

Atur waktu, kondisi dan jarak dengan mengatur waktu. Jarak dan kondisi jalan ini dapat mencegah anak kelelahan selama proses berkendara akibat jarak yang jauh, kondisi macet, terik matahari dan lainnya.

Sering lakukan konfirmasi kepada anak kita, ini ditujukan untuk mengecek apakah anak kita sudah mulai mengantuk, capek, haus dan lainnya, sehingga bila anak sudah mengalami gejala kelelahan kita sebaiknya beristirahat.

Selalu cari aman saat membonceng anak, karena saat kita membonceng anak, maka keselamatan bukan hanya untuk kita tetapi juga anak kita, untuk itu patuhi rambu lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER