Jakarta (Waspada Aceh) – Ribuan buruh dan mahasiswa menggelar aksi demo serentak di berbagai provinsi, Kamis (28/8/2025). Di Jakarta, massa buruh memusatkan aksi di depan Istana Negara dan Gedung DPR/MPR Senayan.
Mereka menyampaikan enam tuntutan utama, di antaranya kenaikan upah minimum, penolakan pemutusan hubungan kerja (PHK), penghapusan sistem outsourcing, serta desakan agar DPR segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan.
Selain itu, massa juga meminta pengesahan RUU Perampasan Aset dan revisi Undang-Undang Pemilu.
Dikutip dari BBC.com, sekitar pukul 13.47 WIB, kelompok mahasiswa turut bergabung dalam aksi. Mereka melakukan long march dari Palmerah menuju Gedung DPR sambil menyuarakan kritik terhadap fasilitas dan tunjangan yang diterima anggota DPR.
Suasana sempat memanas ketika aparat berupaya membubarkan massa. Polisi menembakkan meriam air dari dalam kompleks DPR untuk mengurai kerumunan. Massa aksi kemudian berlarian hingga ke jalan tol.
Sekitar pukul 15.35 WIB, demonstran mulai mundur dari depan Gedung DPR. Polisi membentuk barikade dan mendorong massa menjauh dari area gedung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, memastikan kondisi tetap aman terkendali. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Rekan-rekan kami masih melakukan patroli mobile, menjaga keamanan dan ketertiban di lapangan,” ujarnya dikutip detik.com.
Hingga malam, aparat kepolisian masih berjaga di sejumlah titik yang dianggap rawan untuk memastikan situasi tetap kondusif. (*)