Banda Aceh (Waspada Aceh) – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.
“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, kata Imsak di Auditorium Landmark BSI Aceh, Kamis (12/2/2026).
Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A.
Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.
Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.
BSI Bukukan Aset Nasional Rp 456 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Bank yang baru saja ditetapkan menjadi BUMN ini membukukan aset Rp 456 triliun secara nasional dan Rp 25,3 triliun diantaranya khusus di Aceh.
“Saat ini laba bersih kami berada di angka 7,57 triliun rupiah. Kemudian total pembiayaan berada di angka 318 triliun rupiah. Dana Pihak Ketiga (DPK) kami berada di angka 380,49 triliun rupiah,” kata Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Aceh, Imsak Ramadhan, Kamis (12/2/2026).
Imsak mengatakan capaian tersebut turut diiringi dengan pertumbuhan laba dan pembiayaan yang solid. Menurutnya pencapaian aset tersebut semakin mengukuhkan posisi BSI sebagai salah satu pilar utama ekonomi syariah nasional.
Pertumbuhan itu, kata Imsak, juga didukung oleh transformasi digital perusahaan melalui layanan seperti Byond dan MyBSI.
Sementara itu, untuk regional Aceh, total aset BSI hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp 25,3 triliun. Adapun DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp20,7 triliun, dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp23,7 triliun.
Imsak menjelaskan, penyaluran pembiayaan di Aceh saat ini telah melampaui jumlah DPK yang dihimpun di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat BSI Regional Aceh turut memanfaatkan dana pihak ketiga dari luar daerah.
“Jadi sekitar 4 triliunan rupiah dari luar,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh DPK yang dihimpun dari masyarakat Aceh telah disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)



