Teheran (Waspada Aceh) – Televisi pemerintah Iran mengumumkan pada hari Minggu (1/3/2026), bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan detail lebih lanjut mengenai kematiannya.
Menurut pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, ulama tersebut terbunuh di kantornya. Serangan gabungan yang menewaskan Khamenei dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi (28/2/2026), waktu Teheran.
Presenter TV media pemerintah menitihkan air mata saat mengabarkan berita tersebut, dikutip dari BBC International. Negara diselimuti duka mendalam dan akan menerapkan 40 hari berduka.
Khamenei adalah figur sentral yang membentuk arah perlawanan dan kebijakan strategis Iran selama lebih dari tiga dekade.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei menjabat presiden Iran pada era Perang Iran-Irak (1980-1988). Pengalaman perang berdarah tersebut membentuk pandangannya yang sangat curiga terhadap Barat, khususnya AS, yang kala itu mendukung Irak di bawah Saddam Hussein.
Setelah kematiannya dikonfirmasi, media pemerintah melaporkan bahwa 40 hari masa berkabung nasional telah diumumkan di seluruh Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi juga menyatakan bahwa kematian Ali Khamenei akan menandai awal dari pemberontakan besar melawan apa yang mereka sebut sebagai “para tiran dunia”.
Kematian Khamenei juga telah dikonfirmasi oleh Presiden AS, Donald Trump, pada Sabtu waktu setempat. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Trump melalui sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social.
Pernyataan ini memperkuat klaim yang sebelumnya dibuat oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut adanya indikasi kuat mengenai tewasnya Khamenei.
Namun, terdapat pernyataan yang bertentangan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam wawancara dengan NBC, Araghchi sempat menegaskan bahwa para pejabat tinggi Iran berada dalam kondisi aman.
Hingga saat ini, informasi mengenai kematian Khamenei masih memiliki beberapa ketidakjelasan dan belum ada konfirmasi yang sepenuhnya terverifikasi dari sumber-sumber independen yang kredibel.
Berbagai pihak di dunia internasional sedang memantau perkembangan situasi ini dengan cermat, mengingat dampak yang mungkin timbul dari peristiwa ini terhadap stabilitas di Timur Tengah dan hubungan internasional secara keseluruhan.
Rumor mengenai kematian Khamenei telah beredar beberapa kali sebelumnya, namun semuanya kemudian dibantah. Misalnya, pada Januari 2026, sebuah laporan mengenai kematiannya dikonfirmasi sebagai hoaks, dan perwakilan Khamenei secara resmi menyatakan bahwa ia masih hidup dan sehat.
Pada Juni 2025, juga muncul klaim bahwa Khamenei tewas bersama keluarganya di dalam bunker, namun hal ini juga dibantah setelah verifikasi dari media kredibel, yang menunjukkan bahwa ia sebenarnya sedang dalam persembunyian.
Selain itu, dalam wawancara pada Juni 2025, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui bahwa Khamenei adalah target prioritas tinggi selama konflik 12 hari antara Israel dan Iran, namun ia tidak berhasil ditemukan karena telah bersembunyi di bawah tanah. Katz juga menambahkan bahwa tujuan Israel bukanlah mengubah rezim, melainkan mengganggu kepemimpinan Iran dan memberikan tekanan selama konflik tersebut.
Khamenei kemudian muncul dalam video yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran untuk pertama kalinya sejak 19 Juni, di mana ia meremehkan serangan AS pada hari Minggu sebelumnya.
Kremlin juga telah memberikan tanggapan terkait kemungkinan pembunuhan Khamenei. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam wawancara yang diterbitkan pada 20 Juni 2025, menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran adalah “tidak dapat diterima” dan pembunuhan Khamenei akan “membuka kotak Pandora”, yang akan memperdalam ketidakstabilan di Timur Tengah dan di luarnya.
Peskov juga memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan memicu sentimen ekstremis di dalam Iran dan menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga.
Sampai saat ini, situasi masih terus berkembang, dan informasi terbaru dan terverifikasi diharapkan akan segera tersedia. (*)



