Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaAcehBP4: Pembinaan Pra Nikah di Aceh Akan Lebih Komprehensif

BP4: Pembinaan Pra Nikah di Aceh Akan Lebih Komprehensif

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Angka pernikahan di Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari Kanwil Kemenag Aceh, menutup tahun 2018 lalu, pernikahan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) di Aceh sedikitnya mencapai 45.257 peristiwa. Ini jauh melonjak dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 44.769 pernikahan.

Kepala Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Aceh, Gani Isa mengatakan, ke depan, angka tersebut diharapkan bisa diimbangi dengan pendidikan pra nikah yang lebih komprehensif.

Ia mengatakan, setelah disahkannya Qanun Hukum Keluarga di Aceh, upaya pembinaan pra nikah bisa terealiasi secara optimal. Aturan tersebut, kata Gani, telah mencakup pemahaman pranikah, saat nikah, dan pascanikah.

“Selain tanggung jawab pokok terkait hak dan kewajiban masing-masing mempelai laki-laki dan perempuan, juga ada materi mengenai kesehatan reproduksi, psikologi dan sebagainya,” ucap Gani.

Harapan Usai Munas BP4

Dalam kesempatan itu, Gani Isa turut mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof. Nasaruddin Umar sebagai Ketua Umum BP4 Pusat masa bakti 2019 – 2024.

Nasaruddin dipilih melalui Munas (Musyawarah Nasional) BP4 ke-XVI yang berlangsung 1-3 November 2019 di Jakarta Timur. Munas tersebut dihadiri 78 peserta, terdiri dari Ketua BP4 masing-masing Provinsi, Pengurus BP4 Pusat dan utusan Ormas.

Selama ini, selain sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah. Ia bahkan pernah menjabat Wakil Menteri Agama RI.

Sementara, di BP4 Nasaruddin akan didampingi Anwar Saadi sebagai sekretaris umum.

“Kita harapkan dengan terpilihanya beliau, BP4 sebagai mitra sejati Kemenag dalam pelaksanaan program bimbingan perkawinan bisa terus saling bersinergi untuk penguatan keluarga di Indonesia,” kata Gani Isa.

Dari Munas itu pula, Gani menyimpulkan, ketahanan keluarga merupakan unsur penting pembangunan bangsa. Apalagi belakangan ini banyak persoalan yang muncul, baik itu kelahiran di luar nikah, tingginya angka perceraian, perkawinan dini dan sebagainya.

“Konsep pembangunan manusia ke depan perlu dirumuskan dengan pendekatan keluarga,” pungkasnya.

Dirjen Bimas Islam Prof. Muhammadiyah Amin dalam sambutannya di Munas tersebut menekankan bahwa BP4 perlu melakukan revitalisasi sejak tingkat pusat sampai ke daerah, bahkan sampai ke Desa.

“Mengingat tugasnya sangat mulia, maka Kemenag akan terus membantu pendanaan walaupun belum maksimal,” tandasnya. (Fuadi)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER