Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh yang diperkirakan berlangsung hingga 15 Januari 2026.
Dalam keterangan resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, peringatan tersebut berlaku mulai 12 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Koordinator Pos Maritim Pelabuhan Ulee Lheue/PMG Madya BMKG, M. Jamal ZA, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik di Perairan Barat Aceh yang menyebabkan terbentuknya konvergensi di wilayah Aceh.
“Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Pesisir Barat Aceh turut meningkatkan massa uap air yang mendukung proses pembentukan awan hujan,” ujar Jamal ZA, Senin (12/1/2026).
BMKG mencatat pola angin di wilayah Perairan Aceh umumnya bergerak dari arah timur hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 27 knot.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Aceh Besar–Meulaboh, Perairan Sabang–Banda Aceh, Perairan Aceh Barat Daya–Simeulue, Perairan Selatan Simeulue, serta Perairan Aceh Singkil–Pulau Banyak.
Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Sementara kapal tongkang berisiko terdampak apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. (*)



