Beranda Aceh Bisnis Kamar Kos Pun Tergerus Pandemi

Bisnis Kamar Kos Pun Tergerus Pandemi

BERBAGI
Lena, pemilik kos, di Darussalam, Banda Aceh. Foto/Kia

Banda Aceh (Waspada Aceh) – COVID-19 membuat mobilitas mahasiswa menurun drastis. Akibatnya usaha kos-kosan di Aceh ikut tergerus pandemi virus corona tersebut, terutama di kawasan Kota Banda Aceh.

Adanya kebijakan pemerintah yang menetapkan kegiatan belajar-mengajar di kampus sepenuhnya dari rumah menyebabkan penghuni kos satu per satu memilih pulang kampung dan tidak menyewa kos lagi hingga menjadikan kos sepi.

“Sebelum pandemi, biasanya saya menyewakan kos mencapai Rp22 juta dalam setahun dan dibayar secara serentak. Namun, datangnya pandemi saya kesulitan menyewakanya.”

“Banyak mahasiswa yang tidak mau sewa kos lagi lantaran proses belajar secara online,” kata Subari, 54, pemilik kos di Darussalam, kepada Waspada Aceh di Banda Aceh, Sabtu (14/8/2021).

Subari mengakui susahnya menyewakan kos per tahun. Kini, ia menyewakanya per bulan walaupun tidak mendapatkan untung banyak.

“Kala tidak saya sewakan per bulan atau setengah tahun, semakin rugi lagi saya. Kita tidak pernah tahu COVID-19 ini kapan berakhir,” ucapnya.

Selain itu, kata Subari, pembayaran kos miliknya banyak yang menunggak, lantaran mahasiswa ragu dalam menyewa karena tidak ada kepastian kapan kuliah secara tatap muka.

Tak hanya kos-kosan milik Subari, kos milik Lena, 50, di kawasan kampus Darussalam, Banda Aceh, juga mulai ditinggal para penghuninya karena pandemi COVID-19.

“Sebelum COVID-19, semua kamar penuh. Kalau sekarang ini parah banget, yang cari sewa pun tidak ada. Ada cuma dua orang yang sewa, itu pun mereka tidak tinggal di sini, sudah balik kemarin. Cuma masih sewa kos karena ada barang-barangnya,” ungkap Lena.

Lena mengaku tidak ada lagi pendapatannya dari sewa menyewa kamar kos. Walaupun demikian, dia tetap berusaha mencari penghuni di tengah pandemi dengan memasang plang pemberitahuan penerimaan kos.

Lena berharap pandemi segera berlalu, sehingga roda perekonomian berjalan lancar terutama bisnis kos-kosan bisa menggeliat kembali. (Kia Rukiah)