Jakarta (Waspada Aceh) – Sejumlah nama negara asing akan memiliki ejaan yang disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia, antara lain Thailand menjadi Tailan dan Paraguay menjadi Paraguai, yang rencananya masuk dalam pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada April 2026.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, Jumat (16/1/2026), menjelaskan bahwa penetapan ejaan baku nama-nama negara asing merupakan kewenangan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai otoritas utama penamaan geografis nasional Indonesia.
Menurutnya, kebijakan terkait perubahan nama-nama negara dan pemadanan atau penetapan ejaan baku nama negara asing ke dalam bahasa Indonesia adalah tugas Badan Informasi Geospasial (BIG).
Dengan begitu KBBI akan mengalami pembaruan besar pada April 2026, dengan memasukkan ejaan baru untuk 194 nama negara di dunia sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku.
Perubahan ini merupakan hasil standardisasi nama negara asing yang membawa Indonesia ke forum internasional. Pembaruan ini mencakup revisi penulisan nama negara seperti Thailand menjadi Tailan dan Paraguay menjadi Paraguai agar sesuai dengan fonologi dan ortografi bahasa Indonesia.
Penetapan ejaan baku nama negara dilakukan melalui kerja sama antara BIG, Badan Bahasa, serta pakar linguistik dan pihak terkait.
Standarisasi kemudian ditetapkan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) dan dicatat secara resmi dalam dokumen internasional.
Menurut Kepala Badan Bahasa, penyesuaian ejaan dilakukan agar setiap nama negara dapat ditulis dan diucapkan sesuai kaidah bahasa Indonesia tanpa mengubah makna atau status kenegaraannya.
Pembaruan ini bertujuan menyelaraskan penulisan nama negara di ruang publik, pendidikan, dokumen resmi, dan media massa, sehingga konsisten secara linguistik dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.
Meski demikian, perubahan nama negara dalam KBBI tidak serta merta menjadi aturan yang wajib dipakai oleh semua instansi, melainkan menjadi acuan kebahasaan yang direkomendasikan untuk digunakan dalam berbagai konteks formal dan akademik. (*)



