Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaBanjir Terjang 9 Kecamatan di Simeulue

Banjir Terjang 9 Kecamatan di Simeulue

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sedikitnya sembilan kecamatan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, diterjang banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter. Akibat banjir ini, aktivitas masyarakat setempat jadi terganggu.

Kepala Pelaksana BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh), Ilyas, mengatakan kepada Waspadaaceh.com, Kamis (20/5/2021), penyebab terjadinya banjir tersebut akibat cuaca ekstrem, yakni turunnya hujan lebat yang terjadi di Kabupaten Simeulue pada tanggal 17 Mei 2021.

Ilyas menyampaikan, di Kecamatan Simeulue Timur, banjir menggenangi Gampong Air Pinang, Gampong Ganting dan Gampong Sefoyan. Kemudian Kecamatan Teupah Tengah, terdiri dari Gampong Labuah, Gampong Abail dan Gampong Nancawa.

Selanjutnya, Kecamatan Teupah Barat, terdiri dari Gampong Leubang Hulu, Gampong Leubang Hilir, Gampong Inor. Kecamatan Teupah Selatan, terdiri dari Gampong Suak Lamaran. Kecamatan Simeulue Tengah yang terendam banjir, Gampong Latitik, Gampong Lamayang, Gampong Lakubang, Gampong Sebbe, Gampong Kampung Air dan Gampong Ladang.

Kemudian Kecamatan Simeulue Cut, yaitu Gampong Bubuhan, Gampong Kuta Inang, Gampong Kuta Padang, Gampong Sibuluh, Gampong Amarabu. Di Kecamatan Salang, terdiri dari Gampong Nasreuhe, Gampong Meunafa, Gampong Panton Laweh. Kecamatan Teluk Dalam terdapat Gampong Bulu Hadek dan Gampong Lugu Sekbahak. Terakhir ada Kecamatan Alafan, Gampong Lewak dan Gampong Lamerem

Selain banjir, Ilyas juga mengatakan, di Kabupaten Simeulue tersebut juga terjadi longsor di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Dalam tepatnya di Gampong Bulu Hadek dan Gampong Lugu Sekbahak. Kecamatan Alafan, Gampong Lewak dan Gampong Lamerem juga terjadi longsor.

Kepala Pelaksana BPBA juga mengatakan, dampak bencana banjir, kini para korban yang terdampak, telah pengungsi, dan masih dalam pendataan. Sedangkan korban jiwa nihil.

Upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Simeulue telah membatu evakuasi warga, berkoordinasi dengan Muspika, pendataan dan melakukan tindakan cepat. Kondisi terakhir air sudah mulai surut, ucap Ilyas. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER