Kutacane (Waspada Aceh) – Akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur Wilayah Aceh Tenggara selama kurun waktu tiga hari, sejak Selasa 25 November sampai Kamis 27 2025, sehingga meluapnya Sungai Lawe Alas, Lawe Bulan dan anak sungai lainnya.
Selain menggenangi rumah dan lahan pertanian warga, banjir juga menghantam sejumlah jembatan vital yakni, Jembatan Mbarung, Jembatan Natam, Jembatan Salim Pipit juga jembatan selayar dan jembatan gantung di Desa Lawe beringin Kecamatan Ketambe.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah( BPBD) Aceh Tenggara, Asbi melalui Kabid, Rehabilitasi dan Konstruksi, Dodi Sukma Ariga, kepada waspadaaceh Agara, News.Com membenarkan telah terjadi banjir yang melanda sejumlah Kecamatan dan puluhan desa terendam banjir mengakibatkan akses jalan dibeberapa titik tidak bisa dilalui.

Akibat dari hantaman banjir sampai saat ini air sungai dan air yang menggenangi pemukiman warga belum surut dikarenakan hujan belum berhenti sampai saat ini, kata Dodi Sukmaariga.
“Saat ini pihak BPBD tengah melakukan penyelamatan dan pertolongan juga mengidentifikasi seluruh titi titik wilayah banjir,” kata Dodi Sukmaariga.
Sementara ini kata Dodi, Akses Jembatan yang putus dan rusak, belum dapat dilalui khusunya di Kecamatan seberang kali Alas seperti, Kecamatan Babul Makmur, Tanoh Alas, Lawe Alas, dan Darul Hasanah, dalam peristiwa banjir ini dikabarkan satu orang meninggal dunia (*)



