Banda Aceh (Waspada Aceh) – Anggota DPRK Banda Aceh, Royes Ruslan, meminta PT PLN (Persero) agar tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan.
Ia menekankan pentingnya kesiapan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, khususnya saat sahur dan berbuka.
Jika pun harus dilakukan perbaikan jaringan, Royes berharap PLN dapat mengantisipasinya sejak dini sehingga tidak berdampak pada aktivitas masyarakat.
“Kita perlu mengingatkan hal ini karena persoalan pemadaman listrik tidak mengenal waktu,” kata Royes di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas ibadah, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha rumah tangga dan pedagang takjil.
“Pemadaman listrik ini sangat besar dampaknya, terutama bagi pelaku usaha. Masyarakat tidak bisa jualan, otomatis pendapatan tidak ada,” ujarnya.
Pasca bencana banjir yang melanda Aceh, PLTD Krueng Raya berkapasitas 15 megawatt (MW) kembali mengoperasikan mesinnya.
Pengoperasian ini diperkuat dengan tambahan mesin milik PLN Nusa Daya guna menjaga pasokan listrik di Banda Aceh.
Saat ini, sistem kelistrikan Banda Aceh ditopang daya sebesar 32 MW yang berasal dari PLTD Lueng Bata berkapasitas 7 MW, cadangan PLTD Lueng Bata 10 MW, serta dukungan PLTD Krueng Raya 15 MW.
Ke depan, penguatan sistem akan dilanjutkan melalui pengoperasian PLTD Ulee Kareng berkapasitas 25 MW.
Dengan demikian, total cadangan daya untuk menjaga pasokan listrik di Banda Aceh diperkirakan mencapai 57 MW.
Royes secara khusus meminta agar mesin pembangkit milik PLN Nusa Daya yang saat ini membantu operasional PLTD Krueng Raya tidak dipindahkan ke luar Aceh.
“Keberadaan PLN Nusa Daya yang dibawa ke PLTD Krueng Raya untuk antisipasi kekurangan daya di Banda Aceh, kita minta untuk tetap berada di Aceh,” pintanya.(T Mansursyah)



