Banda Aceh (Waspada Aceh) – Politisi Partai Demokrat sekaligus Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE, meminta PT PLN (Persero) Wilayah Aceh agar tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan.
Menurutnya, Ramadhan adalah bulan ibadah yang sangat membutuhkan dukungan fasilitas listrik, baik untuk penerangan masjid, kegiatan sahur, hingga aktivitas ibadah malam seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
“Jangan sampai budaya mati listrikdi bulan Ramadhan menjadi prioritas PLN. Ramadhan harus menjadi bulan pelayanan terbaik, bukan bulan pemadaman,” tegas Muhammad Arifin SE, Senin (2/2/2026).
Ia mengingatkan, agar PLN tidak sampai menjadi pihak yang dianggap sebagai musuh masyarakat akibat seringnya pemadaman listrik tanpa kejelasan, khususnya pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan berbuka puasa.
“Kalau listrik sering padam, masyarakat akan sangat dirugikan. Jangan sampai PLN justru menjadi musuh masyarakat karena lemahnya pelayanan di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Keuchik Arifin yang sering disapa, juga menekankan bahwa daerah rawan bencana harus menjadi prioritas utama untuk tidak dilakukan pemadaman listrik dengan alasan apapun. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.
“Di daerah bencana tidak boleh ada alasan untuk pemadaman listrik. PLN harus hadir sebagai solusi, bukan menambah penderitaan masyarakat,” katanya.
Ia meminta PLN Aceh melakukan langkah antisipatif dengan memastikan kesiapan jaringan, perawatan infrastruktur sejak dini, serta menyiagakan petugas selama 24 jam penuh selama bulan Ramadhan.
Selain itu, Keuchik Arifin mendorong adanya koordinasi intensif antara PLN, pemerintah daerah, dan DPRK Banda Aceh agar pelayanan listrik tetap stabil dan gangguan bisa diminimalisir.
“Kami di DPRK Banda Aceh akan terus mengawasi kinerja PLN. Harapan kami, Ramadhan tahun ini berjalan tanpa pemadaman dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” tutupnya.(T.Mansursyah)



