Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
BerandaAcehAnggaran Penanganan COVID-19 Aceh Selatan Tak Terbatas

Anggaran Penanganan COVID-19 Aceh Selatan Tak Terbatas

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Anggaran untuk penanganan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Aceh Selatan tidak terbatas, disesuaikan dengan kebutuhan.

Pernyataan itu disampaikan Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, saat melakukan peninjauan ke posko pengawasan di perbatasan Aceh Selatan-Subulussalam, Kamis petang (2/3/2020). Dia juga menyerahkan batuan logistik kepada petugas gugus yang berada di perbatasan.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati yang juga turut dihadiri Kapolres, Kajari dan Ketua DPRK, menyampaikan besaran honor untuk petugas posko di perbatasan Rp130.000 perhari per orang.

Tgk Amran, yang didampingi tim Banggar DPRK setempat, menyatakan, gajinya disumbangkan untuk biaya penanganan virus Corona di daerah itu hingga selesai.

Selain itu, dia menjawab pertanyaan media terkait lokasi karantina, yang menurutnya bahwa telah memerintahkan BPBD untuk mempersiapkan lokasi karantina dengan memanfaatkan terminal Labuhanhji yang tidak terpakai selama ini.

“Soal bantuan sembako kepada mayarakat belum ada juknis dan regulasinya sehingga kami belum melakukannya. Kecuali dari pihak dermawan yang menyerahkan itu terserah,” tutupnya.

9 Orang Tercatat ODP

Sementara informasi yang diperoleh Waspadaaceh.com, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Aceh Selatan, bertambah dari enam menjadi sembilan orang.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh Selatan, Sri Milda, usai mengikuti rapat terfokus penanganan COVID-19 dengan sejumlah instansi terkait, Jumat (3/4/2020) di Tapaktuan.

Sri Milda, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh. (Foto/Faisal)

“Dari 9 orang yang ODP itu 6 orang yang masih dalam proses pemantauan. Sedangkan 3 lagi orang sudah selesai dari pemantauan,” jelasnya.

Selain itu, jumlah pendatang atau traveller yang masuk di wilayah Aceh Selatan sebanyak 2147 orang. Mereka dari luar kota seperti Bali, Surabaya, Jakarta dan dari Banda Aceh juga dimasukkan traveller. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) nol. (Faisal)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER