“Air Terjun Soraya, di ketinggian sekitar 40 meter dan aliran air yang menyerupai tirai, dikelilingi hutan tropis yang lebat, menawarkan daya tarik yang eksotis”.
Di tengah lebatnya hutan tropis Aceh, menyimpan pesona luar biasa, Air Terjun Soraya. Terletak di Desa Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Selain menjadi tujuan wisata, air terjun ini juga menjadi tempat penelitian bagi ilmuwan lokal dan internasional yang tertarik mempelajari keanekaragaman hayati di Kawasan Ekosistem Leuser.
Air terjun ini terletak di area hutan lindung Kawasan Konservasi Leuser (KEK). Dengan ketinggian sekitar 40 meter, aliran air yang jatuh membentuk tirai indah, sementara kolam dangkal di bawahnya menawarkan kesegaran yang menenangkan.
Untuk mencapai air terjun ini, jika perjalanan dimulai dari Banda Aceh, sekitar 561 kilometer atau 10 jam perjalanan untuk tiba di Subulussalam.
Perjalanan dimulai dari di dermaga Gelombang Sultan Daulat, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu mesin robin, menyusuri Sungai Soraya yang lebar sekitar 100 meter.
Sungai ini, bagian dari Sungai Alas-Singkil yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Aceh, membentang melintasi beberapa kabupaten dan berakhir di Sumatera Utara.
Setelah 2-3 jam menyusuri sungai, tanda-tanda stasiun telah dekat adalah ketika perahu memasuki anak sungai di sebelah kiri, sampai di sini, perjalanan dilanjutkan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Sesampai di lokasi lelah selama perjalanan segala lelah terbayarkan oleh indah dan sejuknya panorama air terjun dan rimbunnya pepohonan hutan tropis yang menutupi area.
Meski perjalanan ini melelahkan, rasa lelah segera hilang begitu tiba di lokasi. Panorama air terjun yang memukau dan sejuknya udara tropis yang mengelilinginya memberikan kenikmatan tersendiri.
Keindahan Soraya tidak hanya terlihat pada air terjunnya, namun juga pada flora yang mengelilinginya. Di balik air terjun, terdapat berbagai anggrek batu yang tumbuh subur. Saat musim mekarnya tiba, pemandangan ini semakin menambah pesona alam yang luar biasa.
Selain sebagai destinasi wisata alam, kawasan ini juga memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Stasiun Riset Soraya yang terletak dekat dengan air terjun menjadi tempat penelitian bagi para peneliti lokal maupun internasional.
Beragam spesies flora dan fauna yang unik, termasuk serangga dan tumbuhan langka, menarik perhatian para peneliti yang ingin menggali lebih dalam tentang keanekaragaman hayati di kawasan Leuser.
Feri Sandria S., Manager Stasiun Riset Soraya, mengungkapkan bahwa banyak peneliti yang datang untuk mempelajari kawasan ini.
“Banyak peneliti yang berkunjung ke Soraya, baik peneliti lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Salah satu peserta trip, Risnayanti, mengungkapkan betapa menariknya pengalaman field trip ke stasiun penelitian ini.
“Selain memperoleh pemahaman tentang hutan dan konservasinya, bonusnya adalah bisa menikmati keindahan alam dan air terjun yang menawan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan ini memberikan pengalaman yang berharga, ibarat pepatah, “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.”
Air Terjun Soraya bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati keindahan alam, namun juga merupakan bagian dari kawasan konservasi yang sangat penting.
Di sekitar kawasan ini, masih banyak air terjun lainnya yang juga tak kalah mempesona, seperti Air Terjun Ruam dan Air Terjun Ranto Panjang.
Lebih mengesankan lagi, jika beruntung, kita dapat melihat orangutan, spesies kunci yang mendiami hutan sekitar air terjun ini.
Dengan segala pesona alam dan keanekaragaman hayati yang dimilikinya, Air Terjun Soraya dan sekitarnya menjadi salah satu tempat yang layak untuk dilestarikan, tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dijaga sebagai bagian dari warisan alam dunia. (*)