BerandaAcehAceh Mulai Masuk Kemarau, BMKG Temukan 58 Titik Panas dan Juga Peringatkan...

Aceh Mulai Masuk Kemarau, BMKG Temukan 58 Titik Panas dan Juga Peringatkan Hujan Lebat

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 58 titik panas tersebar di sejumlah wilayah Aceh di tengah mulai masuknya musim kemarau di beberapa daerah.

Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 26 Maret 2026, puluhan titik panas tersebut terdeteksi melalui sensor satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20/VIIRS selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Sebaran titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya di Kecamatan Sekerak dan Karang Baru. Selain itu, titik panas juga terpantau di Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen hingga Kota Lhokseumawe.

Sebagian besar titik panas berada pada tingkat kepercayaan sedang, sementara beberapa titik di Aceh Tamiang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi sehingga perlu diwaspadai sebagai indikasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Fitriana Nur, mengatakan saat ini sebagian wilayah Aceh mulai memasuki musim kemarau, khususnya Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar.

Sementara untuk wilayah Aceh lainnya, awal musim kemarau diprakirakan terjadi pada Mei hingga Juni 2026 berdasarkan
laporan Stasiun Klimatologi Aceh.
Ia juga menjelaskan kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral.

“Untuk El Nino sendiri, baik BMKG dan beberapa lembaga meteorologi dunia memprakirakan kondisi ENSO netral hingga pertengahan tahun 2026 lalu transisi menuju El Nino lemah pada semester dua 2026,” ujar Fitriana kepada Waspadaaceh.com, Jumat (27/3/2026).

Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 27 hingga 29 Maret 2026.

Sejumlah wilayah di Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh gelombang ekuatorial Rossby, belokan angin, serta konvergensi di wilayah Aceh dan suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh yang mendukung pembentukan awan hujan,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang akibat hujan lebat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan seiring munculnya puluhan titik panas di Aceh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER