Data mencatat bahwa tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) mencapai angka mengesankan: 99,65 persen dari total 6.324 pegawai yang tersebar di 44 OPD yang ada.
Langkah tegas Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengawali hari pertama aktivitas kerja pasca libur Lebaran dengan semangat yang membara.
Pada hari Rabu (25/3/2026), ia langsung melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, bukan hanya untuk memastikan kedisiplinan aparatur, tetapi juga untuk mengukur seberapa optimal pelayanan publik dapat diberikan kepada masyarakat yang telah menantikan layanan berkualitas.
Di sisi Wali Kota, sebuah tim kerja solid mengiringi setiap langkahnya – mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) Banda Aceh Jalaluddin, Asisten III Bidang Administrasi Umum M Nurdin, hingga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Emilia Sofiana beserta jajaran pejabat Struktural dan Fungsional (SKPK) dari berbagai unit kerja. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pendamping, melainkan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga standar profesionalisme di setiap sudut instansi pemerintah.
Hasil sidak yang menyasar puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit pelayanan publik menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Data resmi mencatat bahwa tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) mencapai angka mengesankan: 99,65 persen dari total 6.324 pegawai yang tersebar di 44 OPD yang ada.
Angka ini bukan sekadar angka statistik belaka, melainkan bukti nyata bahwa jiwa pengabdian ASN Banda Aceh tidak pudar meskipun setelah menikmati libur panjang bersama keluarga dan kerabat.
Untuk sebagian kecil yang tidak dapat hadir, pemeriksaan mendetail menunjukkan bahwa mereka memiliki alasan yang sah, baik karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan maupun cuti yang telah diajukan dan disetujui sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tidak ditemukan satu pun kasus ketidakhadiran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, hal ini semakin mempertegas bahwa budaya disiplin telah mengakar kuat di antara aparatur.
“Alhamdulillah, kondisi kehadiran ASN pada hari pertama kerja pasca Lebaran berada pada level yang sangat memuaskan. Ini adalah capaian yang patut kita banggakan dan apresiasi bersama, sekaligus menjadi standar emas yang harus kita jaga dan tingkatkan dari hari ke hari,” ujar Illiza dengan nada yang penuh kebanggaan.
Selama melakukan sidak, Illiza tidak hanya memeriksa kehadiran secara fisik. Ia turut memastikan langsung kesiapan seluruh rangkaian layanan publik, mulai dari ketepatan jam operasional yang telah ditetapkan, kemudahan akses bagi masyarakat yang datang, hingga kecepatan dan ketangkasan petugas dalam menanggapi berbagai keluhan serta permohonan yang diajukan.

Ia menegaskan dengan tegas bahwa disiplin aparatur tidak dapat hanya diukur dari angka kehadiran semata, tetapi lebih pada kualitas pelayanan yang diberikan dengan hati dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, momentum pasca bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri harus dijadikan sebagai titik balik yang berharga untuk memperkuat etos kerja ASN secara menyeluruh.
Nilai-nilai luhur seperti disiplin yang kaku, kejujuran yang tak tergoyahkan, dan rasa tanggung jawab yang mendalam, yang telah dilatih dan diperdalam selama sebulan penuh melalui ibadah dan refleksi diri, diharapkan tidak hanya tinggal sebagai ingatan, melainkan terus dijiwai dan diterapkan dalam setiap tugas dan tanggung jawab sehari-hari.
“Sidak tahunan ini bukan sekadar rutinitas administrasi yang harus dilaksanakan. Lebih dari itu, ini adalah pengingat yang jelas bahwa amanah sebagai ASN untuk melayani masyarakat tidak boleh pernah terputus, bahkan tidak sedikit pun oleh libur panjang. Kita harus kembali ke meja kerja dengan energi baru, persiapan penuh, dan komitmen yang lebih kuat untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Banda Aceh,” tegasnya dengan pandangan yang penuh tekad.
Illiza juga tidak menyembunyikan bahwa Pemko Banda Aceh telah memiliki mekanisme pengendalian yang tegas dan jelas dalam menangani setiap bentuk pelanggaran disiplin kerja. Langkah-langkahnya mulai dari pembinaan dan pembimbingan secara bertahap hingga pemberlakuan sanksi administratif yang sesuai dengan tingkat pelanggaran.
Namun demikian, pendekatan yang selalu dikedepankan adalah membangun kesadaran dan rasa tanggung jawab pada setiap individu ASN, karena disiplin yang datang dari dalam diri akan jauh lebih efektif daripada disiplin yang hanya dipaksakan dari luar.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran sentral para pemimpin OPD sebagai ujung tombak dalam membangun dan menjaga budaya kerja yang disiplin serta profesional. Menurutnya, keteladanan yang diberikan oleh pimpinan akan menjadi faktor penentu utama dalam membentuk karakter kerja dan sikap setiap aparatur di masing-masing instansi.
Jika pimpinan mampu menunjukkan contoh yang baik, maka budaya kerja yang positif akan dengan sendirinya menyebar dan menjadi bagian dari identitas setiap unit kerja.
Dalam konteks upaya meningkatkan pelayanan publik, Pemko Banda Aceh terus bergerak maju dengan berbagai langkah inovatif. Saat ini, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kota Banda Aceh telah mencapai angka 85,7 dengan kategori “baik”, dan telah ditetapkan target yang ambisius untuk meningkatkan angka tersebut ke kategori “sangat baik” dalam waktu dekat.
Target ini bukan hanya angka kosong, melainkan cerminan dari komitmen pemerintah untuk selalu mendengar suara masyarakat dan terus berbenah. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga terus diperkuat sebagai bagian dari upaya modernisasi pelayanan.
Sistem absensi elektronik yang telah berjalan memberikan kemudahan dalam pemantauan kehadiran sekaligus menjamin transparansi data. Tak hanya itu, pengukuran kinerja berbasis digital juga mulai diterapkan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kerja ASN dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kita harus memahami bahwa disiplin tidak hanya berarti datang tepat waktu dan pulang sesuai jadwal. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap detik waktu yang kita miliki di kantor digunakan dengan sebaik-baiknya untuk menciptakan manfaat nyata, menyelesaikan permasalahan masyarakat, dan membawa kemajuan bagi Kota Banda Aceh,” jelas Illiza dengan nada yang penuh makna.
Di akhir kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh jajaran ASN Banda Aceh untuk menjadikan momentum pasca Lebaran ini sebagai awal baru yang penuh harapan. Ia mengingatkan bahwa integritas dan kualitas pengabdian adalah dua pilar utama yang harus selalu dipegang teguh oleh setiap aparatur negara.
“Bekerja sebagai ASN bukan hanya tentang menjalankan tugas sesuai dengan surat perintah atau pedoman yang ada. Lebih dari itu, ini adalah bentuk amanah yang telah dipercayakan kepada kita, sebuah amanah yang harus kita pertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat yang kita layani, tetapi juga kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kita untuk berbakti kepada tanah air,” tutupnya. (Adv)



