BerandaAcehBulog Aceh Mulai Salurkan Beras dan Minyakita, Sasar 819 Ribu Penerima 

Bulog Aceh Mulai Salurkan Beras dan Minyakita, Sasar 819 Ribu Penerima 

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng (Minyakita) untuk alokasi Februari–Maret 2026 di Aceh. Program ini menyasar 819.280 penerima manfaat atau meningkat sekitar 54 persen dibanding periode sebelumnya.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan total bantuan yang disalurkan mencapai 16.385,6 ton beras dan 3.277.120 liter minyak goreng.

Program penyaluran bantuan beras dan Minyakita ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional, yang dilaksanakan oleh Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi, terutama menjelang Idul Fitri.

Bulog Aceh juga memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peluncuran program dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, di halaman kantor keuchik Desa Lampuuk, Kecamatan Kuta Baro, Rabu (18/3/2026).

Di Aceh Besar, bantuan menyasar 62.118 penerima manfaat. Secara simbolis, penyaluran di Desa Lampuuk diberikan kepada 32 keluarga penerima dengan total 640 kilogram beras dan 128 liter minyak goreng.

Syukri mengatakan bantuan ini menjadi salah satu langkah pemerintah menekan kenaikan harga bahan pokok. “Tahun ini sudah bertambah, bukan hanya beras, tetapi juga minyak goreng. Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya menunggu bantuan. Potensi lahan masih banyak, harus dimanfaatkan untuk menanam dan memenuhi kebutuhan sendiri,” katanya.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, menambahkan bahwa bantuan pangan ini juga diiringi upaya mendorong kemandirian masyarakat.

“Kami mendorong gerakan menanam di pekarangan rumah, seperti cabai, bawang, dan sayuran. Ini penting agar kebutuhan tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah menjelang Idul Fitri.

Salah satu penerima, Fatimah Syam (60), mengaku bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah, jadi tidak perlu beli beras dan minyak untuk hari raya. Harga sekarang juga mahal,” katanya.

Fatimah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani mengatakan sebelumnya ia juga pernah menerima bantuan serupa untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER