Selain wisata bahari yang indah dan menantang, serta wisata benteng Jepang, Sabang juga memiliki Tugu KM 0, yang menjadi titik awal wilayah Indonesia.
Sabang, sebuah permata yang memadukan keindahan alam yang memukau, sejarah yang kaya, dan budaya yang hangat.
Tahun 2026 menjadi momen penting bagi pariwisata Sabang, di mana pemerintah dan masyarakat bersatu untuk memperkenalkan pesona pulau ini ke dunia yang lebih luas.
Wali Kota Sabang, Zulkifli A Adam, pada awal Januari 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan promosi wisata Sabang, dengan harapan semakin banyak wisatawan yang datang dan menikmati keindahan yang ditawarkan.
Sabang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di Indonesia, dan Desa Wisata Iboih menjadi jembatan utama menuju keajaiban ini. Desa ini, yang merupakan salah satu dari 75 desa wisata terbaik di Indonesia, menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam dan budaya lokal yang autentik.
Perairan Iboih terkenal dengan airnya yang sebening kristal, di mana terumbu karang berwarna-warni dan beragam ikan tropis menciptakan pemandangan yang seolah keluar dari dongeng. Wisatawan dapat menikmati snorkeling atau diving di sekitar Pulau Rubiah, yang terletak tidak jauh dari pantai Iboih, dan merasakan sensasi berenang di antara ribuan ikan yang berenang bebas.

Salah satu atraksi paling populer di Iboih adalah dolphin trip. Perairan ini menjadi rumah bagi populasi lumba-lumba liar yang cukup besar, bahkan Desa Wisata Iboih pernah meraih rekor MURI sebagai tempat dengan populasi lumba-lumba terbanyak di Tanah Air.
Wisatawan dapat naik perahu ke tengah laut dan menyaksikan lumba-lumba yang melompat-lompat dengan riang, menciptakan momen yang tak terlupakan. Selain itu, Pantai Batu Kapal dan Gua Sarang juga menawarkan spot alami yang indah, terutama untuk menikmati matahari terbenam yang memukau.
Anik, salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, mengakui keindahan wisata Sabang. Menurutnya Sabang tidah hanya wisata baharinya yang cukup indah dan menyenangkan, tapi juga wisata sejarah dan kulinernya cukup menarik.
“Rasanya ingin berlama-lama menikmati wisata di kota Sabang ini,” tutur Anik kepada Waspadaaceh.com, awal Februari 2026.
Pemerintah Kota Sabang sangat menyadari pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai dasar pariwisata yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kebersihan pantai, seperti di Pantai Kasih.
Pantai ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana konservasi dan pariwisata dapat berjalan beriringan.
Selain itu, berbagai inisiatif konservasi juga dilakukan, seperti transplantasi terumbu karang di beberapa kawasan perairan Sabang, yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem laut dan menjaga keanekaragaman hayati.
Sabang bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Pulau Weh, tempat Sabang berada, dijuluki sebagai “pulau seribu benteng” karena memiliki banyak peninggalan pertahanan Jepang dari masa Perang Dunia II. Benteng-benteng ini, seperti Benteng Batre A Meteo dan Benteng Anoi Itam, menjadi saksi bisu peristiwa sejarah yang pernah terjadi di pulau ini.
Wisatawan dapat mengunjungi situs-situs ini dan belajar tentang sejarah masa lalu, sambil menikmati pemandangan laut yang indah dari ketinggian.
Selain wisata bahari yang indah dan menantang, serta wisata benteng Jepang, Sabang juga memiliki Tugu KM 0, yang menjadi titik awal wilayah Indonesia. Tugu ini tidak hanya menjadi ikon geografis, tetapi juga memiliki makna simbolis yang besar bagi bangsa Indonesia.
Wisatawan yang datang ke Sabang biasanya tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan tugu ini, sebagai bukti telah mengunjungi ujung paling barat Indonesia.
Akses ke Sabang cukup mudah, wisatawan dapat menempuh perjalanan dengan feri dari Banda Aceh, yang memakan waktu sekitar dua jam, atau dengan kapal cepat yang hanya memakan waktu 45 menit.
Selain itu, terdapat juga bandara di Sabang yang melayani penerbangan dari beberapa kota besar di Indonesia.
Setelah menikmati keindahan alam dan sejarah, wisatawan dapat memanjakan lidah dengan kuliner khas Sabang yang lezat. Kepiting Soka dan Mie Aceh adalah dua hidangan yang wajib dicoba.

Kepiting Soka, yang dikenal dengan dagingnya yang manis dan lembut, biasanya dimasak dengan bumbu khas Aceh yang pedas dan gurih. Sementara itu, Mie Aceh, dengan kuahnya yang kental dan bumbu yang kaya, menjadi makanan favorit banyak orang.
Selain itu, terdapat juga berbagai hidangan laut segar lainnya dan jajanan khas yang dapat ditemukan di warung-warung dan restoran di sekitar Sabang.
Pariwisata memegang peranan yang sangat penting dalam ekonomi Sabang. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya untuk mengembangkan sektor ini dengan cara yang berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat setempat.
Dengan meningkatkan promosi, memperbaiki fasilitas, dan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Sabang berharap dapat menjadi destinasi wisata yang semakin populer, baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sabang adalah tempat di mana alam, sejarah, dan budaya bertemu dalam harmoni yang indah. Dengan segala keindahan dan potensi yang dimilikinya, tidak heran jika Sabang semakin bersinar dan menjadi tujuan wisata yang diminati banyak orang.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalananmu ke Sabang dan nikmati keajaiban yang ada di ujung barat Indonesia. (*)



