Banda Aceh (Waspada Aceh) – Tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadhan membuat kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dipadati lapak penjual daging musiman.
Pantauan waspadaaceh.com, Selasa (17/2/2026), arus lalu lintas di sepanjang jalan kawasan tersebut terpantau macet akibat meningkatnya aktivitas jual beli.
Belasan lapak berdiri berjejer di pinggir jalan. Warga tampak memadati lokasi untuk membeli daging sapi maupun kerbau sebagai bagian dari tradisi meugang, yakni kebiasaan masyarakat Aceh mengonsumsi daging bersama keluarga menjelang Ramadhan.
Salah seorang pedagang, Mayadi (45) mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama hampir sepekan. Ia biasanya berjualan di Pasar Lambaro, Aceh Besar, namun setiap meugang tiba, ia membuka lapak di Beurawe.
“Sudah hampir seminggu jualan di sini. Hari ini yang paling ramai,” kata Mayadi.
Ia menyebutkan, pada meugang kali ini dirinya memotong 18 ekor sapi dan tiga ekor kerbau untuk memenuhi permintaan pembeli.
Harga daging sapi dijual Rp180.000 per kilogram, sedangkan daging kerbau Rp200.000 per kilogram.
Harga tersebut naik dibanding hari biasa yang berkisar Rp150.000 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan dipicu tingginya permintaan menjelang Ramadhan.
Untuk mendapatkan stok, Mayadi membeli sapi dengan harga sekitar Rp40 juta hingga Rp47 juta per ekor.
Meski hari puncak penjualan terpantau ramai, Mayadi mengaku pada hari-hari sebelumnya pembeli sempat berkurang.
Ia menilai keberadaan pasar murah yang digelar sejumlah pihak turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Majiah, mengatakan tetap membeli daging kerbau meski harga mengalami kenaikan.
Ia membeli dua kilogram untuk kebutuhan keluarga.
“Sudah tradisi setiap meugang pasti beli daging. Mau mahal atau tidak, tetap beli untuk dimasak bersama keluarga,” ujarnya.
Tradisi meugang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur menyambut bulan suci Ramadhan. (*)



