Aceh Timur (Waspada Aceh) – Bulan suci Ramadhan 1447 H tidak hanya datang sebagai pergantian kalender Hijriah, tetapi juga sebagai panggilan kebangkitan bagi umat Islam, khususnya di Aceh dan Sumatera yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana banjir bandang akhir tahun lalu.
Menjelang kedatangan bulan yang penuh berkah ini, sebuah acara besar bertajuk “Ramadhan Momentum Terbaik untuk Bangkit” dengan tema “Seumangat Geutanyoe Peubeudeh Nanggroe” (Semangat Kita Membangun Daerah) akan digelar sebagai wujud persatuan dan semangat pemulihan.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Acara ini akan menghadirkan dua tokoh penting, yaitu Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si, dan Pimpinan AQL Islamic Center, K.H. Bachtiar Nasir, Lc, MM. Selain dapat dihadiri langsung, acara ini juga akan disiarkan secara live melalui saluran YouTube Bachtiar Nasir dan AQL Islamic Center, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas dari berbagai daerah.
Aceh dan Sumatera masih menghadapi tantangan berat akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda pada akhir November 2025. Selain menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga terjadi sangat parah.
Di tengah kondisi ini, Ramadhan 1447 H hadir sebagai momentum yang tepat untuk mengumpulkan semangat dan kekuatan bersama. Bulan suci ini dikenal sebagai bulan kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian, yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Aceh dan Sumatera saat ini.
Acara “Ramadhan Momentum Terbaik untuk Bangkit” diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan menggalang persatuan dalam upaya memulihkan daerah yang terdampak bencana.
Kehadiran Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam acara ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya pemulihan dan pembangunan di wilayahnya. Iskandar, yang merupakan politisi muda Partai Aceh dan sebelumnya telah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) selama tiga periode, dikenal sebagai sosok yang dekat dengan ulama dan masyarakat.
Sebagai Bupati Aceh Timur, ia terus berupaya membenahi tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya, termasuk di Desa Sijudo dan sekitarnya yang juga terdampak bencana.
Sementara itu, K.H. Bachtiar Nasir adalah seorang ulama dan da’i yang dikenal luas di Indonesia dan internasional. Ia lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Daarul Huffazh, dan Universitas Islam Madinah. Sebagai Pimpinan AQL Islamic Center, Bachtiar Nasir aktif dalam berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan.
Bachtiar Nasir juga merupakan Ketua Alumni Universitas Islam Madinah se-Indonesia dan sering mengisi kajian di berbagai media massa nasional. Kehadirannya dalam acara ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi spiritual bagi masyarakat untuk tetap tegar dan berjuang dalam menghadapi tantangan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam Islam.
Tema “Seumangat Geutanyoe Peubeudeh Nanggroe” yang diangkat dalam acara ini memiliki makna yang sangat dalam. Dalam bahasa Aceh, frasa ini berarti “Semangat Kita Membangun Daerah”. Tema ini mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Aceh dan Sumatera untuk bekerja sama dalam memulihkan dan membangun kembali daerah mereka yang telah rusak akibat bencana.
Acara ini tidak hanya akan berisi ceramah dan tausiyah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk berdiskusi dan berbagi ide tentang upaya pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menggalang dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum, bagi korban bencana dan mempercepat proses pemulihan. (*)



