Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kemacetan parah melanda ruas jalan kawasan Jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada Minggu (8/2/2026) sore, meski sudah lebih dua bulan pascabencana banjir.
Kemacetan fatal terjadi di kedua arah lalu lintas Medan – Banda Aceh dan sebaliknta, dan berlangsung hingga lebih dari 5 jam.
Pantauan Waspadaaceh.com di lapangan menunjukkan kemacetan fatal terjadi pada arah Medan-Banda Aceh, mencapai panjang lebih dari 5 kilometer. Sementara itu, pada arah sebaliknya, Banda Aceh-Medan, kemacetan membentang sekitar 2 kilometer.
Kemacetan diperparah oleh perilaku sebagian pengemudi yang memotong dan menyerobot antrian. Kendaraan yang terlibat meliputi mobil pribadi, angkutan umum jenis Hiace, serta truk tonase besar.
Faktor akhir pekan juga berkontribusi pada tingginya volume kendaraan, karena banyak warga dari Pidie Jaya, Pidie, dan Banda Aceh yang bepergian menuju Lhokseumawe maupun Lhoksukon.
Selain itu, jumlah petugas yang mengatur lalu lintas terbatas. Hanya 4 orang petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pengaturan Transportasi Darat (BPTD) Perhubungan, dan Kepolisian yang bertugas.
Mereka hanya berjaga di lokasi jembatan tanpa mengurai kemacetan di ruas jalan sebelum menuju jembatan. Hal ini menyebabkan banyak kendaraan yang tidak terkontrol dan melakukan tindakan tidak tertib, hingga kenderaan berlapis di ruas jalan.
“Kemacetan kali ini sangat parah, kendaraan tidak bergerak sama sekali. Banyak yang menyerobot jalur, sementara petugas hanya ada di jembatan tanpa ada yang menjaga di jalanan depan,” ujar pengendara bernama Aldi dengan nada kesal.
Kemacetan ini berpotensi berdampak pada keterlambatan pengiriman barang dan memicu kekhawatiran terhadap kondisi pasar yang bisa berdampak pada inflasi.
Pengendara berharap agar kejadian serupa tidak terulang, terutama pada akhir pekan yang cenderung memiliki volume kendaraan yang lebih tinggi. (*)



