Minggu, Februari 1, 2026
spot_img
BerandaAcehPascabanjir Bandang, Debu Tebal Ancam Kesehatan Warga Pidie Jaya

Pascabanjir Bandang, Debu Tebal Ancam Kesehatan Warga Pidie Jaya

Pidie Jaya (Waspada Aceh) – Ancaman kesehatan muncul pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya. Setelah lumpur mengering, sisa material banjir berupa pasir halus kini berubah menjadi debu yang menyelimuti permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pantauan Waspadaaceh.com, Sabtu (31/1/2026), di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, sisa lumpur banjir tampak mengering dan menggunung di sisi badan jalan. Material tersebut menyerupai hamparan pasir halus yang mudah beterbangan saat dilintasi kendaraan.

Sejumlah akses jalan masih belum dapat dilalui kendaraan. Warga terpaksa berjalan kaki menuju rumah mereka karena jalan tertutup pasir dan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Di beberapa titik, sisa lumpur banjir masih menutup halaman hingga bagian rumah warga.Kondisi ini memaksa warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, paparan debu yang cukup tebal membuat masker tak selalu efektif.

“Saking tebalnya debu, sudah pakai masker pun tetap tembus. Batuk-batuk terus,” kata Badrul, warga Meunasah Raya.

Menurut Badrul, debu halus beterbangan setiap kali sepeda motor maupun mobil melintas, terutama di jalan utama desa dan kawasan pinggiran permukiman.

Debu tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga mengganggu pernapasan warga, termasuk anak-anak dan lansia.

“Anak-anak sudah mulai batuk-batuk. Debunya masuk terus, apalagi mereka sering main di luar,” ujar Maisarah, warga setempat.

Maisarah menambahkan, bantuan masker sangat diharapkan warga saat ini. Masker sempat dibagikan saat berada di lokasi pengungsian, namun persediaannya kini telah habis, sementara kondisi berdebu masih berlangsung.

“Waktu di pengungsian memang ada masker, tapi sekarang sudah habis. Padahal debu masih tebal,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menyalurkan bantuan masker serta melakukan penyiraman jalan secara berkala untuk mengurangi debu.

Selain itu, penanganan sisa material pasir pascabanjir dinilai mendesak agar tidak terus menjadi ancaman kesehatan dan keselamatan.

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi masalah kesehatan. Kami harap ada perhatian, minimal masker dulu untuk warga,” ujar warga lainnya.

Hingga kini, pemulihan pascabanjir bandang di Meunasah Raya masih menyisakan persoalan serius. Debu yang menyelimuti permukiman menjadi ancaman baru bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari bencana. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER