Banda Aceh (Waspada Aceh) – KPA Aceh Tengah mengajak seluruh pihak menghentikan polemik seputar Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dan mengalihkan perhatian untuk mendukung penuh kepemimpinan Gubernur Aceh, Mualem, terutama dalam percepatan pelayanan kepada masyarakat pascabencana.
Seruan tersebut disampaikan Ketua KPA Wilayah Linge, Aceh Tengah, Ismuddin alias Renggali. Ia menilai situasi saat ini menuntut kekompakan seluruh elemen, bukan perdebatan terbuka yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Aceh.
Menurut Renggali, Sekda merupakan pejabat yang mendapat mandat langsung dari gubernur, sehingga sudah semestinya diberikan ruang dan kesempatan bekerja tanpa tekanan polemik politik yang berkepanjangan.
Pernyataan itu sekaligus merespons berkembangnya isu di sejumlah media terkait kinerja Pemerintah Aceh, khususnya terhadap Sekda Aceh M. Nasir Syamaun. Ia mengingatkan agar seluruh kader Partai Aceh (PA), khususnya di DPRA, tetap solid mendukung jalannya pemerintahan.
Renggali menilai narasi yang berkembang berpotensi memunculkan kesan ketidakharmonisan antara unsur eksekutif dan legislatif, dalam hal ini antara Sekda Aceh dan Ketua DPRA. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat jika tidak disikapi secara bijak.
“Sekarang saatnya kita membantu Mualem selaku Gubernur Aceh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Buktikan kepada masyarakat bahwa kita bekerja untuk rakyat, bukan memperebutkan kekuasaan dan saling menyalahkan,” tegas Renggali, Sabtu (31/1/2026).
Ia juga mengingatkan agar pengalaman masa lalu menjadi pelajaran, di mana saat PA memegang tampuk pemerintahan justru terjadi perpecahan di internal. Menurutnya, situasi tersebut tidak boleh terulang, sehingga setiap pernyataan publik perlu disaring agar tidak menimbulkan tafsir yang merugikan soliditas Pemerintah Aceh.
Renggali menekankan, jika ada hal yang perlu dikritik, sebaiknya disampaikan melalui jalur komunikasi internal, bukan melalui pernyataan terbuka di media yang dapat menimbulkan kesan seolah-olah Sekda tidak mampu bekerja.
“Kita dukung dan berikan Sekda kesempatan bekerja dan membuktikan diri, karena Mualem selaku Gubernur Aceh telah memberikan kepercayaan kepada M. Nasir Syamaun menjadi Sekda Aceh. Semua itu perlu waktu. Perbedaan pemikiran seharusnya menjadi alat untuk saling melengkapi dalam membangun Aceh di bawah pemerintahan Mualem,” ujarnya.
Ia menambahkan, posisi Sekda merupakan kunci dalam roda pemerintahan eksekutif yang sangat dipercaya gubernur. Karena itu, stabilitas internal pemerintahan harus dijaga, terlebih Aceh saat ini sedang dalam masa pembangunan pascabencana.
Semua pihak, lanjutnya, diingatkan untuk fokus membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Renggali juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh beserta jajaran yang telah membantu masyarakat wilayah tengah dan Aceh secara umum yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia berharap eksekutif dan legislatif dapat terus bekerja sama dengan baik dalam membantu Mualem membangun Aceh serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Momentum saat ini, ketika eksekutif dan legislatif sama-sama dipimpin PA, disebutnya sebagai sejarah penting yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemajuan Aceh dan soliditas partai. (*)



